26 Des 2011

Gara-gara Insomnia (part 1)

"Asalkan kalian tahu. Gue gak suka!"
"Kenapa Vi? Jangan-jangan lo gak bisa tidur lagi?"
"Iya, Nda. Gue gak suka suasana sepi! Tapi kenapa gue gak bisa tidur malem? Hampir setiap malem!"


Gue Vivi. Akhir-akhir ini emang gue gak bisa tidur malam. Entah kenapa gue jadi kayak gini. Padahal gue gak bisa disuasana yang sepi. Gue bingung harus gimana. Tapi sahabat gue, Nanda dan Rifky nyaranin supaya gue minum susu coklat hangat setiap malam. Gue gak setuju? Gimana mau setuju, kalo sebenarnya gue punya alergi sama susu dan gue gak suka sama coklat.

"Nanda, Rifky, lo berdua itu kan sahabat gue dari kelas 1 SD. Masa lo masih gak tahu apa yang gue suka dan yang gue gak suka?
"Iya deh, iya. Maaf . Terus cara ngilangin insomnia lo gimana nih?"
"Hah? Apa?"

"Insomnia, Vi. Lo gak tau Vi? Ya ampun, kemana aja lo?"

 ***

Setelah gue searching di internet gimana cara menghilangkan insomnia gue, akhirnya gue menemukan cara yang lebih cepat. Hhhh akhirnya! Kenapa gak dari dulu aja sih?

Pagi itu gue berangkat ke sekolah dengan semangat. Gue bakal ngasih tahu ke Nanda dan Rifky tentang cara ini! Gue yakin mereka setuju.

"Nanda! Rifky! Gue udah tahu gimana cara ngilangin insomnia nih!"
"Horee! Akhirnya lo bisa merasakan tidur nyenyak! Hahahaha."
"Emang caranya gimana, Vi?"
"Pake obat tidur! Cara yang praktis kan?"
"Jangan Vi! Obat tidur itu bahaya! Coba deh lo searching cara lain lagi."
"Iya, Vi. Betul kata Nanda. Obat tidur itu bisa ngebuat lo ketergantungan. Kalo lo udah berhenti minum obat tidur lagi, entar insomnia lo malah makin parah!"
"Tapi lebih praktis, Rifky!"
"Tapi ada cara lain., kan? Minum susu coklat hangat atau-----"

"Gue alergi susu!! Gue gak suka coklat!! Lo berdua mau dukung gue gak sih?! Atau----kalian udah gak mau jadi sahabat gue lagi?!----Oke, kalo gitu gue masih bisa cari sahabat yang lebih dukung gue!"
"Tap----tapi, Vi. Kita ngasih saran terbaik buat lo. Kita gak mau lo kenapa-kenapa cuma gara-gara obat tidur! Kita kayak gini, karena kita sayang sama lo, Vi. Gue sama Nanda gak mau kehilangan lo sebagai sahabat kita----"

Gue gak peduli apa lagi apa yang mau mereka omongin ke gue! Gue udah emosi! Tanpa basa-basi gue pergi ke kelas. Tinggal satu langkah lagi air mata gue jatuh. Nggak! Gua gak boleh cengeng!  Tapi-----gue gak bisa. Gue gak bisa menahan air mata ini. Akhirnya gue berlari dengan kepala menunduk.

Setibanya gue di kelas, gue langsung menghampiri bangku gue. Teman-teman yang saat itu ada di kelas, bingung melihat gue tiba-tiba menangis. Lalu Annisa dan Dimas datang ke bangku gue.

"Kenapa Vi? Ada masalah?"







"Gue gak bisa cerita sekarang, Nis."
"Iya, Vi. Gue ngerti kok!
"Nis----gue boleh kan duduk sama lo? Sampai gue baikkan sama mereka. Lo tahu siapa, kan?"
"Ayo, Vi. Dimas pasti ngerti kenapa lo pindah ke sebelah gue. Entar lo cerita ya, Vi."



Akhirnya gue bisa meluapkan kekesalan gue ke Annisa dan Dimas. Baru kali ini gue cerita ke orang lain selain Nanda dan Rifky. Sesekali Dimas merangkul dan mengusap air mata gue.

***

Apa yang akan terjadi selanjutnya? Apakah Vivi lebih memilih Annisa dan Dimas, yang menurutnya lebih mengerti keadaannya? Atau persahabatan Vivi, Nanda, dan Rifky akan kembali seperti dulu? Kita tidak tahu..............

Diary Lily


Oktober 2010

Namaku Lily. Sekarang duduk di kelas 8 di Sekolah Menengah Pertama favorit di Bandung. Sebut saja SMP Hilton. Aku sudah bersekolah selama 3 bulan di sekolah itu. Ya, aku murid baru di sekolah itu. Walaupun begitu, aku sudah merasa cukup nyaman untuk bersosialisasi dan belajar.

Aku lupa kapan hal itu terjadi. Pagi itu aku merasa gugup. Aku akan pergi ke sekolah bersama seseorang yang sama sekali belum aku kenal. Bahkan aku tidak tahu bagaimana rupanya. Aku hanya mengenal adiknya, karena adiknya satu sekolah denganku saat aku masih Sekolah Dasar.

Tak lama kemudian, mobil orang yang ku maksud itu datang. Aku pun keluar mobilku sambil membawa tas, dan langsung menuju mobil orang itu. Aku pun berpamitan dengan ibuku sebelum aku naik ke mobil. Ternyata orang yang ku maksud itu adalah seorang laki-laki yang seumuran denganku. Sebut saja namanya James. Memang setiap pagi James selalu diantar oleh ayahnya. Karena kantor ayahnya searah dengan sekolahku, ayah James mengajakku untuk pergi ke sekolah bersama. Mungkin karena ibuku dan ibu James sudah saling kenal dekat, dan begitu juga dengan adikku dan adik James.

Ku kira James dan aku sekolah di sekolah yang sama. Ternyata James bersekolah di SMP Bintang. Sesampinya di SMP Bintang, James pun turun. Aku terkejut! James sangat tinggi untuk anak berumur 13 tahun. Tapi aku mengerti, dia adalah atlet basket di sekolahnya.

Akhirnya tiba juga di sekolahku. Karena hari ini hari pertama aku berangkat ke sekolah bersama, aku mengucapkan terima kasih dan salam. Aku pun turun dari mobil dan langsung masuk ke sekolahku.
                Februari 2011

                Horeee selamat ya udah bisa lupain yang lama hahaha!

                Kalimat itulah yang aku dengar sejak tanggal 13 Februari. Ya, aku mulai bisa melupakan----ya sebut saja kecengan hehehe. Tapi tidak lama dari situ, aku mulai menyimpan rasa dengan seorang lelaki yang selama ini sering bersamaku. Ya, James. Menurutku, James sangat berbeda dengan yang lain. Dia orangnya unik. Tidak bisa dijelaskan dengan apapun. Sejak itu aku tahu, kalau James adalah kapten basket di sekolahnya.

Tapi, aku sama sekali tidak memiliki harapan. Selama ini, aku tidak pernah berbicara dengannya. Lagipula James sudah mempunyai kekasih. Cantik, pintar menyanyi, pintar berbahasa Inggris. Sangat cocok dengan James. Dia bernama Hermione. Setiap pulang sekolah, mereka selalu bernyanyi bersama. Sungguh manis kisah cinta mereka. Aku hanya bisa menunggu. Aku hanya bisa tersenyum dalam kepedihan.
Mei 2011

19 Mei 2011. Tepat sehari sebelum James ulang tahun. Teman-temanku menyuruhku untuk memberi hadiah kepada James. Aku bingung akan memberinya apa. Lagipula, aku malu. Aku tidak mempunyai keberanian untuk ini. Akhirnya ku putuskan tidak akan memberinya hadiah ulang tahun.
20 Mei 2011. Hari ini James ulang tahun. Dan ternyata ayah James juga berulang tahun. Aku malu untuk mengucapkannya. Mungkin James akan bertanya, darimana aku tahu ulang tahun dia. Aku putuskan untuk berpura-pura tidak tahu akan hal ini.

Kenapa gak ngucapin aja? Padahal kalau ngucapin, entar ayahnya nilai kamu tuh baik, bla bla bla.
Aku gak berani. Ah, bodo amat deh! Entar aku ngucapin lewat facebook aja.”


 Juni 2011

Teh, kakak aku udah putus loh!


                Adik James lah yang memberitahuku kalau James sudah putus dari Hermione. Ah aku senang mendengarnya! Aku berpikir, ada kesempatan untuk kali ini. Aku pun memberitahu teman dekatku. Dengan antusias mereka berpikiran yang sama sepertiku.

                Eh ada kesempatan loh ini! Ajak ngobrol ya besok! Harus! Keburu disambet orang lain. 
                Hahaha

                Tak jauh dari situ, aku melihat James menulis tweet:

                Tadi liat kamu disana lagi! Wah kau buatku jadi gila:)))
                Apa itu aku? Tapi aku tadi gak lewat sana. Terus siapa dong?

                Sejak melihat James berkata begitu, aku menjadi tidak bersemangat setiap pergi bersamanya. Tapi setelah aku pikir-pikir, James belum memiliki gadis yang dimaksud itu. Mungkin aku bisa menarik perhatiannya.

Tapi nyatanya, aku tidak berani berbuat apa-apa. Aku hanya duduk terdiam. Sendiri. Hanya ditemani lagu-lagu yang diputarkan di radio. Ditemani oleh gurauan James dan ayahnya. Aku seperti tidak ada disini. Aku seakan mesin mobil yang menemani mereka kemana saja mereka mau.
Juli 2011

Tanggal 2 Juli. Ya, James kini telah memiliki gadis yang telah membuat James menjadi gila. Gadis itu bernama Ginny. Aku terkejut ketika mengetahui sekolah Ginny merupakan tetangga sebelah SMP Hilton. Dan yang lebih terkejutnya lagi, Ginny merupakan sahabat dari salah satu teman sekelasku. Kini semua harapan kembali hilang. Aku hanya bisa menunggu. Lagi.
Oktober 2011
            
    Aku tidak menyangka. James dan Ginny masih bertahan hingga hari ini. Aku menjadi tidak mempunyai semangat pagi sejak James bersama Ginny. Untungnya masih ada teman-teman yang selalu menghiburku.

Tenang aja, masih SMP gini. Masih ada kemungkinan buat putus! Jangan sedih Lily!!
            
    30 Oktober 2011. Pagi ini aku senang-----sekaligus sedih. Pagi ini adalah pagi terakhir aku pergi ke sekolah bersama James. Senang? Karena aku ada kesempatan untuk bisa melepas James dari pikiranku. Sedih? Bagaimana tidak? Sudah satu tahun aku pergi bersamanya. Tapi sampai saat ini aku dan James belum pernah berbincang-bincang satu kalimat pun.

Aku ingin memperpanjang waktu bersamanya. Aku ingin mengubah sifatku yang bisa dibilang jaim. Aku ingin mengenal James secara dekat. Tapi tidak bisa.
Desember 2011

Aku pikir, jika aku sudah tidak pergi bersamanya, aku bisa melupakannya. Tapi nyatanya? Aku hanya bisa menghapus sedikit kenangan bersamanya. Aku sekarang menyesal. Mengapa dulu aku tidak mengajaknya berbincang-bincang? Mengapa dulu aku tidak mengajaknya bercanda? Memang penyesalan itu selalu datang terakhir.

Kini dihatiku ada lelaki lain. Selain James. Ronald. Iya, Ronald. Lelaki unik di SMA Hilton. James harus berbagi tempat dengan Ronald.

Ya meskipun masih harapan.........

David Archuleta

Kalian tahu kan cowok ganteng yang satu ini? Yap! Dia adalah David James Archuleta atau yang sering disapa Archie. Archie lahir di Florida, Amerika Serikat pada tanggal 28 Desember 1990. Karier Archie dimulai saat dia menjadi finalis di ajang pencarian bakat yang sudah tidak asing lagi, yaitu American Idol.

 Kini Archie sudah mempunyai banyak fans di seluruh dunia, yang diberi nama Arch Angels.

Facts about Archie:
  • David harus belajar selama tiga jam setiap hari selama mengikuti American Idol, berdasarkan video blog terbaru diketahui bahwa David Archuleta mendaftarkan diri di e-school. Sedangakan untuk menjalani tahun teakhirnya di SMA, David memilih home-schooling sebagai alternatif.
  • David ialah seorang kidal
  • David memiliki seekor ikan emas bernama Conditioner dan anjing bernama Teddy
  • Tinggi David sekarang ialah 5’7’’ atau 173 cm
  • Warna mata David ialah hazel
  • Warna favorit David ialah jingga dan kuning, tetapi ia juga menyukai warna hijau muda.
  • Diberitakan bahwa David akan memperoleh sedikitnya $100,000.00 selama Idol Tour 2008
  • David memperoleh nilai A dalam semua pelajarannya, tetapi karena mengikuti American Idol ia memperoleh nilai B dalam salah satu pelajaran.
  • David merupakan siswa yang sangat cerdas karena point GPA 4.0
  • Selain menjadi penyanyi cita-cita David ialah menjadi Dokter THT
  • Impian David berikutnya ialah menyanyi di perhelatan Olimpiade
  • Saat minggu ALW, semua kontestan American Idol mengalami kejadian lupa lirik.
  • David sangat menyukai film-film yang diproduksi oleh Pixar dan film favoritnya ialah Finding Nemo
  • David Archuleta menjadi kontestan yang mendapat jumlah suara terbanyak ketiga dalam sejarah final American Idol dengan 44 juta suara, hanya kalah oleh Jordin Sparks diposisi kedua dengan 45 juta suara dan David Cook dgn 56 juta suara.
  • David Archuleta menjadi runner-up kedua yang belum pernah ada diposisi dua atau tiga terbawah sepanjang kompetisi. Runner-up lainnya ialah Clay Aiken.
  • Berdasarkan situs amazon.com, album pertama David akan keluar 11 November 2008.
  • Judul lagu yang kemungkinan ada di album David, "Crush" "My Hands" dan "Ruined Me"
  • Tanggal 12 Agustus 2008 Crush milik David akan tersedia di iTunes store
  • Situs Z100 memperoleh +15.000hits saat lagu Crush milik David diperdengarkan untuk pertama kalinya.
  • Album David yang berikutnya adalah "Other Side Of Down" yang akan dirilis pada 5 Oktober 2010
  • Judul lagu yang kemungkinan ada di album barunya, "The Other Side Of Down" "Something 'Bout Love" "Elevator" "Stomping The Roses" "Who I Am" "Falling Stars" "Complain" "Things Are Gonna Get Better", dan masih banyak lagi lagu-lagu barunya

Kado Ulang Tahun Terindah

Tokyo, 24 Maret 2005

"Ayumi, bangunlah! Ada yang menunggumu di ruang makan." Ujar bibiku.
"Siapa?" Tanyaku dengan mata yang masih tertutup.
"Rocky dan teman-temannya. Azura, Kim Nam-Goo dan Kim Seung-Yoo sudah di ruang makan."Jawab bibiku.

Aku pun segera mengambil handuk dan bergegas menuju kamar mandi.

"Hei Azura! Ayumi mana? Tumben lama." Tanya Rocky.
"Ya mana aku tahu! Dia baru bangun." Jawab Azura.

Kim Nam-Goo dan Kim Seung-Yoo yang tidak mengerti bahasa Jepang langsung melanjutkan pembicaraan mereka yang sempat terpotong.
***
"Hai Ayumi!" Panggil Rocky.
"Hai Rocky." Balasku sambil tersenyum.

Kim Seung-Yoo menyuruhku duduk diantara dirinya dan Kim Nam-Goo. Aku mendengar Rocky dan teman-temannya mengobrol tentang pertandingan basket.

"Memangnya kapan kalian bertanding?" Tanyaku. Kelihatannya salah satu diantara mereka tidak suka kalau aku memotong pembicaraan mereka.
"Tanggal 27 nanti." Jawab anak lelaki itu dengan ketus.

Aku pun dengan refleks terdiam karena melihat mukanya yang tidak suka denganku.
***
Sekarang yang tersisa di rumah hanya aku, Kim Seung-Yoo, Kim Nam-Goo, Azura, Rocky, dan-----tentu saja bibi dan pamanku.

"Kalau tim basket kalian menang, aku ajak kalian ke Indonesia deh!" Ujarku setelah menelan makanan penutupku.
"BENARKAH?!" Seru mereka dengan wajah gembira.

Aku mengangguk sambil tersenyum, lalu melahap kembali sisa makananku.

"Tapi hanya kalian saja ya yang aku ajak!" Ujarku
***
"Selamat ya kalian menang!" Kata Kim Nam-Goo sambil memeluk Azura.
"Terima kasih. Ini juga berkat dukungan dari kalian semua." Ujar Azura sambil mencium medali yang tergantung di lehernya.

Aku, Azura, Rocky, Kim Seung-Yoo dan Kim Nam-Goo saling berpelukan.
***
Jakarta, 30 Maret 2005

Akhirnya kami sampai di Jakarta pukul 7 malam. Di bandara, aku bertemu dengan kakak dari ibuku yang tinggal di Jakarta. Dia mengajak kami makan malam di sebuah Rumah Makan Padang yang tidak jauh dari bandara.

Sesampainya di Rumah Makan Padang, aku dan teman-temanku memilih makanan. Kim Nam-Goo yang kelaparan memilih makanan terlebih dulu dari yang lainnya.

"Ini namanya apa, Ayumi?" Tanya Rocky yang asing dengan masakan Padang.
"Tunggu. Ini apa tante?" Tanyaku kepada tanteku dengan bahasa Indonesia.
"Ini? Oh, ini ayam pop, rendang, sambal hijau." Terang tanteku. Kemudian aku menerjemahkannya ke bahasa Jepang dan bahasa Korea.
"Kalau begitu aku ambil ayam pop dan sambal hijau!" Ujar Rocky.
***
Tepat pukul 2 malam, aku dan teman-teman sampai di rumah tanteku di Bandung. Terlihat Kim Nam-Goo dan Azura langsung bergegas menuju kamar untuk tidur. Sedangkan aku, Rocky, dan Kim Seung-Yoo membawa barang-barang, termasuk milik Azura dan Kim Nam-Goo.

"Azura! Kim Nam-Goo! Bawalah barang kalian sendiri!" Teriak Rocky.
"Sssstt..Sudahlah, kita saja yang bawa. Mungkin mereka capek." Kataku.
"Tapi Ayumi, aku juga capek! Apaka----"
"Sudah! Suaramu bisa membangunkan orang-orang disini!" Bisikku.

Rocky langsung terdiam. Tanteku hanya tertawa kecil melihatku dan Rocky.
***
"SELAMAT PAGI!!" Teriak Azura tepat di depan muka Rocky yang sedang tertidur.
"Azura! Ada apa sih?" Tanya Rocky yang terlihat masih mengantuk.
"Rencana kita hari ini-----ke mall-----yang besok berulang tahun akan mentraktir kita hari ini." Balas Azura sambil melempar guling ke arah Rocky.
"HAH?! Memang siapa yang berulang tahun?" Tanya Rocky dengan semangat.
"Hemm giliran makanan gratis kau bersemangat! Ayumi yang berulang tahun!" Jawab Azura.

Rocky dengan semangat langsung mengambil handuk dan bergegas ke kamar mandi. Azura yang kaget langsung membalikan badan dan keluar dari kamar. Aku dan Kim Seung-Yoo yang sedang bersiap-siap heran melihat Rocky berlari penuh dengan semangat. Kemudian aku melirik Azura. Azura membalasnya dengan muka tak peduli.
***
Akhirnya kami tiba di sebuah restoran. Disana terlihat banyak makanan khas Bandung. Memang tidak terlalu mewah, tapi justru itulah yang menjadi daya tarik kami.

"Selamat ulang tahun, Ayumi!" Kata Rocky sambil menjulurkan tangannya ke arahku.

Aku, Kim Nam-Goo dan Kim Seung-Yoo kaget dan bingung. Tak lama kemudian Azura tertawa terbahak-bahak.

"Apa? Apa yang salah?" Tanya Rocky dengan wajah polos.
"Eh----uh---Rocky, ulang tahunku itu-----besok." Ujarku sambil menahan tawa.
"Ta---tap--tapi kata Azura------"
"Kenapa aku? Aku kan sudah bilang----besok!" Potong Azura.
"Tapi kau tidak mengatakan----" Kata Rocky yang mukanya mulai memerah.
"Kau tidak memperhatikan apa yang aku katakan Rocky! Aku sudah jelas-jelas berbicara seperti itu!" Balas Azura dengan kesal.
"Sudahlah, ayo lanjutkan makannya!" Kata tanteku sambil tertawa kecil.
***
Bandung, 2 April 2005

'HAPPY 17TH BIRTHDAY, AYUMI!!'

Kalimat itu yang terlihat saat aku membuka mataku. Hahahaha terima kasih banyak! Ujarku dalam hati. Aku pun keluar kamar. Saat aku menutup pintu kamar, aku terkejut! Tepat di depanku, Azura, Rocky, Kim Nam-Goo, Kim Seung-Yoo, dan tanteku memegang kue yang berbentuk angka '17'. Mungkin ini kado ulang tahun terindah bagiku. Aku merasa sangat senang---sekaligus terharu! Air mataku mengalir dengan perlahan. Kemudian aku memeluk mereka semua.

Belum sempat aku meniup lilinnya, handphone ku berdering dengan kencang. Aku sangat berharap pesan dari orang tuaku ataupun kakakku. Saat aku membukanya, ternyata dari bibiku di Korea.

17 생일 축하 해요!
 Selamat ulang tahun yang ke 17!
 
 Sedikit kecewa, karena pesan itu bukan dari orang tuaku atau kakakku seperti yang ku harapkan. Tapi tak apa lah. Dari bibiku di Korea saja sudah cukup membuatku senang.
 
정말 감사합니다 :-)
Terima kasih banyak :-)
 
"Ayumi, ayo kembali! Tiup lilin ini!" Seru Azura yang membuat aku tersadar dari lamunanku.

Aku segera menyimpan handphone ku, lalu segera menuju ruang makan. Setibanya di ruang makan, mereka semua menghampiriku.
 
"Ayo Ayumi, tiup lilinnya!" Kata Kim Seung-Yoo dengan lembut.
"Jangan lupa ucapkan permohonanmu!" Lanjut Rocky.
 
Aku pun menutup mata dan mengucapkan permohonan dalam hati. Setelah itu, kubuka mataku dan meniup lilinnya.
 
"YEAAAAHH!!" Semua bersorak dan bertepuk tangan. Aku membalasnya dengan senyuman terharu.
***
Jakarta, 5 April 2005
 
"Terima kasih, tante, om! Aku sangat senang berada disini!" Ujar Rocky.
"Sama-sama Rocky. Tante dan om juga senang selama kalian disini. Sering-sering kesini ya!" Kata tanteku setelah melepas pelukan dariku dan Azura.
"Kami pulang! Bye!" Ujarku, Rocky, Azura, Kim Nam-Goo, dan Kim Seung-Yoo sambil melambaikan tangan.