5 Apr 2012

Greyson Love Story #2

-Greyson-

"Okay, I'm so sorry, princess!" Kataku kepada gadis yang kutabrak tadi.

Aku langsung masuk ke dalam mobil dan melanjutkan perjalananku. Hari ini aku harus pergi ke sekolah untuk menemui guru seniku sekaligus orang yang melatih piano dan menyanyiku. Tiba-tiba saja handphone-ku berdering.

"Oh, Miss Grinda." Gumamku dalam hati.
"Hello miss Grinda? I'm so sorry, I'll be come late. There are a few problems in the way." Kataku.
"It's okay, Greyson. See you, Greyson. Bye!"

Tak tahu mengapa, aku terus memikirkan gadis tadi.

"She's familiar with Siska. Oh, shit! Why I think about her?!" Gumamku kesal.

Setibanya di Cheyenne Middle School, sekolahku, aku langsung berlari menuju ruang kesenian.

"Hi Greyson!" Sapa Ms. Grenda.
"Hello, I'm sorry I came late." Balasku sambil tersenyum.
"It's okay, Grey. So, tomorrow is-----"

Aku masih terpikir oleh gadis tadi. Aku penasaran. Siapa nama gadis tadi. Menyebalkan sih, tapi----unik.

"Hello, Greyson? Do you hear me?" Tanya Ms. Grenda.
"Oh, hm----"
"You're looking so tired. I'll call you tonight. I'll call Tanner. He was playing basketball here." Ujar Ms. Grenda sambil keluar ruang kesenian.

Ya, memang aku sedikit capek hari ini. Aku berjalan menuju kasur dekat meja Ms.Grenda. Tanpa sadar aku tertidur pulas.

"Hey, where's Greyson?" Tanya Ms.Grenda kepada Tanner.
"I think, he was above your bed, miss." Balas Tanner sambil menghamipirku yang sedang tertidur.
"He was asleep. But you just bring him home. He's looking so tired." Kata Ms.Grenda.
***
"Grey, wake up! Are you still feeling sick?" Mom membangunkanku sambil mengelus rambutku.
"No, Mom. I'll go to school." Ujarku.
Aku langsung bergegas menuju kamar mandi. Mom terlihat khawatir denganku. Padahal kemarin aku hanya mengantuk, tidak sakit.

"You take him to school, don't let him drive their own car for today." Bisik Mom kepada Tanner. Tanner menjawabnya dengan kedipan mata.

Sesudah mandi dan mempersiapkan semua keperluan untuk pergi sekolah, aku menuju ruang makan. Disana sudah ada Dad, Alexa, dan Tanner.

"Well, you have been a neat this morning, Tanner." Ujarku ketika duduk di ruang makan.
"You're gonna go to school with me, Grey!" Ucap Tanner.
"Don't argue, Grey! You have to keep your body conditions!" Kata Mom yang tiba-tiba datang membawa sarapan.

Aku hanya mengangguk dan melahap makanan yang sudah ada didepan mataku.

"Okay, I go to school. Come on, Tanner, Alexa! Bye Mom, Dad!" Ujarku dan berlari menuju mobil.
***
"Okay,thanks Tanner! Bye Alexa!"

Aku berlari menuju kelas. Saat memasuki koridor----GUBRAK! Aku menabrak seorang.

"Oh----I'm so sorry!" Kataku sambil membereskan buku-buku yang jatuh.
"No, I'm sor----OMG! You again! I'm tired to seeing you!"
"Wait---you're the girl I hit at that time! I'm sorry for the incident that time." Kataku.
"Yes, I am. Okay, I forgive you." Ujar gadis itu sambil tersenyum.
"I am Greyson. Greyson Chance."
"Oh, hello. I am Luna. Are you a famous singer?" Tanya gadis itu yang ternyata bernama Luna.
"You look at me like a singer or not?" Tanyaku sambil tertawa kecil.
"I just heard said of persons." Jawabnya.
"Hahaha, you'll know someday, Luna." Kataku.

Greyson Love Story

Hoam----aku terbangun tepat jam 6. Aku bergegas melihat kalender bergambar Barbie,kesukaanku.

"Hah! Sekarang tanggal 12 Juni. Besok hari pertama aku sekolah----tapi aku belum punya siapapun untuk aku ajak bermain." Gumamku dalam hati.

Perutku sudah berdemo meminta makanan saat aku hendak kembali ke tempat tidurku yang sangat nyaman. Aku turun menuju meja makan. Disana terlihat sudah ada Mom, Dad, Jennifer----my sister,dan Nico----my little brother.

"Good morning, Luna! You just woke up!" Sapa Jennifer.
"Good morning too! Yeah, you know me, Jennifer!" Balasku.
"Good morning, darling!" Sapa Mom sambil mencium keningku.
"Good morning too, Mom. What we have breakfast now?" Tanyaku.
"Honey pancake, Luna! Now, Jennifer----you are leading the prayer. Come on, Nico, Dad! Come here!"

Jennifer memimpin doa sebelum kami makan.

"Amin. Let's eat!" Ujar Nico semangat.
***
Namaku Luna. Hari ini adalah hari kedua aku dan keluargaku tinggal di Edmond, Oklahoma. Sekolah baruku bernama Cheyenne Middle School. Dad memutuskan pindah ke Edmond karena Edmond dekat dengan kantor Dad dan dekat dengan rumah keluargaku yang lainnya.
***
Sore ini adalah sore yang membosankan. Aku memutuskan untuk berkeliling menaiki sepeda. Ya, mungkin saja aku bertemu dengan teman baru.

Saat aku sedang berkeliling taman, aku melihat seorang gadis berambut pirang. Sepertinya aku kenal dengan gadis itu. Tak lama kemudian, gadis itu membalikkan badannya.

"LUNA!! OH MY GOSH! I MISS YOU SO MUCH!!" Gadis itu berlari ke arahku dan memelukku sangat erat.
"Hm, who are you? I think----I know you. Wait-----SISKA!! Right?"
"Yes, I'm Siska! OMG, you're looking so pretty this evening. How are you?"
"Thank you, Siska. You're so beautiful too. I'm fine. How about you?"
"Me too, Luna! Did you just move here?" Tanya Siska.
"Yes, Siska. Hehehe." Jawabku.
"Come with me, we play together." Ajak Siska.
"Oh, Luna! Where you school?" Tanya Siska saat bermain ayunan.
"Cheyenne Middle School. How about you, Siska?"
"Me too, Luna!! Did you know? In our school that there is a famous singer!!" Ujar Siska dengan bersemangat.

Karena aku terlalu memperhatikan Siska dan aku tidak memperhatikan keadaan jalan, tiba-tiba------GUBRAK! Aku terjatuh, aku tertabrak mobil.

"Are you okay?" Tanya Siska setelah menjatuhkan sepedanya.
"I'm okay, Siska. Hey you! Get out of your car!" Ujarku berteriak sambil menendang mobil itu.
"Hey! Are you crazy?! It's my car!" Bentak seorang laki-laki sambil menutup pintunya dengan kencang.
"So?! It's my problem?!" Aku melawan. Mana mungkin aku diam saja? Sedangkan aku disalahkan oleh dia!
"Yes, of course!"
"You are crazy! You hit me, but you deny me!"
"Okay! I'm sorry, princess!" Ujarnya.
"I am sure you don't really ask for forgiveness!" Balasku dengan ketus.
"You doubt with me, princess?" Tanyanya.
"Yes, of course!" Kataku sambil meninggalkan laki-laki itu.

Setelah cukup jauh dari laki-laki itu, Siska pun mengajakku untuk berhenti sejenak.

"Luna, did you know? He's the famous singer!" Ujar Siska setelah memesan es krim.
"Deserve it! His arrogant at all! He makes me upset!"
"Be patient, Luna! Maybe he was hurriedly." Siska menenangkan gue.
"But-----"
"Faster we're home! The sky was getting dark! Come on, Luna!" Siska menarik tanganku. Aku cepat-cepat menghabiskan es krim yang tersisa.