7 Apr 2012

Greyson Love Story #4


-Greyson-

 "Hello everybody! My name is Luna Fills. Just called me Luna. Nice to meet you, all."
"Sweet smile." Gumamku dalam hati sambil tersenyum.
"Hello Luna!" Semua membalas sambil tersenyum kepada Luna.


 Luna melangkah menuju bangkunya yang berada disebelahku. Aku memperhatikan gadis itu berjalan.


 "What's wrong?" Tanyanya.
"Eh----hm, nothing." Balasku.


 Mungkin bukan takdirku untuk menjadi detektif. Buktinya, untuk memperhatikan "seseorang" saja----aku ketahuan.


 "What if I wanted to have regard to the fugitive police?" Tanyaku pada diriku sendiri.
"What am I thinking?!" Aku menghela napas.
 “Grey, if you don’t want to learn with me, get out from here!” Aku tersontak.


 Bagaimana tidak? Professor Snape melempar sebatang kapur kepadaku.


 Aku lupa kalau sekarang pelajaran professor Snape dan tidak ada satupun yang boleh melamun, melihat ke arah jendela, mengobrol, ataupun tidak memperhatikan.


 “Oh----I’m sorry, professor. I just---I just sleepy.” Ujarku tegang.
“It’s okay. But, you must washed your face!” Professor Snape akhirnya memaafkanku, walaupun professor Snape menatapku dengan tajam.


 Aku melangkah sedikit cepat menuju kamar mandi. Ketika aku melirik ke arah Luna---dia terlihat tegang.


 “Oh, I’m so sorry Luna. It’s my fault.” Gumamku dalam hati sambil membuka pintu kelas.
***
Akhirnya istirahat pun tiba. Aku segera menghampiri Siska dan Luna.


 “Hello!” Sapaku sambil menepuk pundak keduanya.
“OMG! Grey! You’re so----“ Siska berteriak membuat hampir semua murid yang ada di koridor melihat kearahnya.
“Grey, I’m so shocked!” Bisik Luna sambil memukul-mukul lengan atasku.


 Aku, Siska, dan Luna kembali berjalan sambil pura-pura tidak menjadi pusat perhatian.


 Di kantin.....


 “Oh, please!” Pekik Siska.
“Why, Siska?” Tanya Luna.
“The food is spent!” Balas Siska.
“How many children who are hungry here?” Tanyaku seperti orang bodoh.


  Hah, aku tidak tahu harus bagaimana lagi. Perutku sudah keroncongan. Aku lapar. Sangat lapar.


 “So?” Tanyaku.
“If you want, we can get to the front cafe school. There’s a Tuna Sandwich, Turkey Sandwich, and others.”
“What are you waiting for? Come on!” Ajakku.
“But, Grey. We must ask for permission first to security.”
“Hah, its so hard!” Ujarku ketus.
“Oh, come on, guys! Just security! Let’s go!” Ajak Luna sambil menarik lengan aku dan Siska.
***
Sesampainya di kelas, aku tidak melihat siapapun di kelas. Ya---kecuali si anak kutu buku itu, Rico.


 “Huh, very satisfied!” Ujarku.
“well it turns out that a lot of students are also here who buys food there.” Kata Luna.
“There are also teacher, Luna.” Kata Siska sambil menyubit pipi Luna.
“Who? I wasn’t see their.”
“Professor Snape!” Balasku dengan sedikit ketus.
“Oh, Grey! It’s so----hhaahahaha!” Siska dan Luna tertawa.
“What? What’s wrong, Siska, Luna?” Tanyaku.


 Tapi Siska dan Luna tidak menghiraukan pertanyaanku. Mereka hanya tertawa melihat wajahku yang jelas-jelas tidak menyukai professor Snape. Mereka malah mengingatkan kejadian ketika professor melempari kapur ke kepalaku.
***
"Welcome to my house, Luna, Siska. Well, wait a minute!"

Aku segera berlari ke dapur untuk mencari Mom atau Alexa. Aku mencari mereka untuk memperkenalkan mereka----khususnya Luna.

"And-----BINGO!!"
"OMG! Grey! You make me shocked!" Jerit Alexa.
"Hehe, I'm sorry. I want you to meet my friends. Come on!" Kataku sambil menarik tangan Alexa.

Ketika aku menuruni tangga, Tanner sedang berbincang-bincang dengan Luna dan Siska.

"Tanner, what are you doing here?" Tanyaku.
"They're you friends? I just want to know their names, Grey." Jawab Tanner dengan santai.
"Are they really your friends? Or your girlfriend? They are beautiful as well, especially Luna." Bisik Tanner sambil berjalan menuju kamarnya.
 "Grey, are you okay?  Your face looks more red." Ujar Luna.

"What? I'm jealous? Not possible!" Resahku dalam hati.

"I'm okay, Luna." Balasku sambil tersenyum.