26 Des 2011

Kado Ulang Tahun Terindah

Tokyo, 24 Maret 2005

"Ayumi, bangunlah! Ada yang menunggumu di ruang makan." Ujar bibiku.
"Siapa?" Tanyaku dengan mata yang masih tertutup.
"Rocky dan teman-temannya. Azura, Kim Nam-Goo dan Kim Seung-Yoo sudah di ruang makan."Jawab bibiku.

Aku pun segera mengambil handuk dan bergegas menuju kamar mandi.

"Hei Azura! Ayumi mana? Tumben lama." Tanya Rocky.
"Ya mana aku tahu! Dia baru bangun." Jawab Azura.

Kim Nam-Goo dan Kim Seung-Yoo yang tidak mengerti bahasa Jepang langsung melanjutkan pembicaraan mereka yang sempat terpotong.
***
"Hai Ayumi!" Panggil Rocky.
"Hai Rocky." Balasku sambil tersenyum.

Kim Seung-Yoo menyuruhku duduk diantara dirinya dan Kim Nam-Goo. Aku mendengar Rocky dan teman-temannya mengobrol tentang pertandingan basket.

"Memangnya kapan kalian bertanding?" Tanyaku. Kelihatannya salah satu diantara mereka tidak suka kalau aku memotong pembicaraan mereka.
"Tanggal 27 nanti." Jawab anak lelaki itu dengan ketus.

Aku pun dengan refleks terdiam karena melihat mukanya yang tidak suka denganku.
***
Sekarang yang tersisa di rumah hanya aku, Kim Seung-Yoo, Kim Nam-Goo, Azura, Rocky, dan-----tentu saja bibi dan pamanku.

"Kalau tim basket kalian menang, aku ajak kalian ke Indonesia deh!" Ujarku setelah menelan makanan penutupku.
"BENARKAH?!" Seru mereka dengan wajah gembira.

Aku mengangguk sambil tersenyum, lalu melahap kembali sisa makananku.

"Tapi hanya kalian saja ya yang aku ajak!" Ujarku
***
"Selamat ya kalian menang!" Kata Kim Nam-Goo sambil memeluk Azura.
"Terima kasih. Ini juga berkat dukungan dari kalian semua." Ujar Azura sambil mencium medali yang tergantung di lehernya.

Aku, Azura, Rocky, Kim Seung-Yoo dan Kim Nam-Goo saling berpelukan.
***
Jakarta, 30 Maret 2005

Akhirnya kami sampai di Jakarta pukul 7 malam. Di bandara, aku bertemu dengan kakak dari ibuku yang tinggal di Jakarta. Dia mengajak kami makan malam di sebuah Rumah Makan Padang yang tidak jauh dari bandara.

Sesampainya di Rumah Makan Padang, aku dan teman-temanku memilih makanan. Kim Nam-Goo yang kelaparan memilih makanan terlebih dulu dari yang lainnya.

"Ini namanya apa, Ayumi?" Tanya Rocky yang asing dengan masakan Padang.
"Tunggu. Ini apa tante?" Tanyaku kepada tanteku dengan bahasa Indonesia.
"Ini? Oh, ini ayam pop, rendang, sambal hijau." Terang tanteku. Kemudian aku menerjemahkannya ke bahasa Jepang dan bahasa Korea.
"Kalau begitu aku ambil ayam pop dan sambal hijau!" Ujar Rocky.
***
Tepat pukul 2 malam, aku dan teman-teman sampai di rumah tanteku di Bandung. Terlihat Kim Nam-Goo dan Azura langsung bergegas menuju kamar untuk tidur. Sedangkan aku, Rocky, dan Kim Seung-Yoo membawa barang-barang, termasuk milik Azura dan Kim Nam-Goo.

"Azura! Kim Nam-Goo! Bawalah barang kalian sendiri!" Teriak Rocky.
"Sssstt..Sudahlah, kita saja yang bawa. Mungkin mereka capek." Kataku.
"Tapi Ayumi, aku juga capek! Apaka----"
"Sudah! Suaramu bisa membangunkan orang-orang disini!" Bisikku.

Rocky langsung terdiam. Tanteku hanya tertawa kecil melihatku dan Rocky.
***
"SELAMAT PAGI!!" Teriak Azura tepat di depan muka Rocky yang sedang tertidur.
"Azura! Ada apa sih?" Tanya Rocky yang terlihat masih mengantuk.
"Rencana kita hari ini-----ke mall-----yang besok berulang tahun akan mentraktir kita hari ini." Balas Azura sambil melempar guling ke arah Rocky.
"HAH?! Memang siapa yang berulang tahun?" Tanya Rocky dengan semangat.
"Hemm giliran makanan gratis kau bersemangat! Ayumi yang berulang tahun!" Jawab Azura.

Rocky dengan semangat langsung mengambil handuk dan bergegas ke kamar mandi. Azura yang kaget langsung membalikan badan dan keluar dari kamar. Aku dan Kim Seung-Yoo yang sedang bersiap-siap heran melihat Rocky berlari penuh dengan semangat. Kemudian aku melirik Azura. Azura membalasnya dengan muka tak peduli.
***
Akhirnya kami tiba di sebuah restoran. Disana terlihat banyak makanan khas Bandung. Memang tidak terlalu mewah, tapi justru itulah yang menjadi daya tarik kami.

"Selamat ulang tahun, Ayumi!" Kata Rocky sambil menjulurkan tangannya ke arahku.

Aku, Kim Nam-Goo dan Kim Seung-Yoo kaget dan bingung. Tak lama kemudian Azura tertawa terbahak-bahak.

"Apa? Apa yang salah?" Tanya Rocky dengan wajah polos.
"Eh----uh---Rocky, ulang tahunku itu-----besok." Ujarku sambil menahan tawa.
"Ta---tap--tapi kata Azura------"
"Kenapa aku? Aku kan sudah bilang----besok!" Potong Azura.
"Tapi kau tidak mengatakan----" Kata Rocky yang mukanya mulai memerah.
"Kau tidak memperhatikan apa yang aku katakan Rocky! Aku sudah jelas-jelas berbicara seperti itu!" Balas Azura dengan kesal.
"Sudahlah, ayo lanjutkan makannya!" Kata tanteku sambil tertawa kecil.
***
Bandung, 2 April 2005

'HAPPY 17TH BIRTHDAY, AYUMI!!'

Kalimat itu yang terlihat saat aku membuka mataku. Hahahaha terima kasih banyak! Ujarku dalam hati. Aku pun keluar kamar. Saat aku menutup pintu kamar, aku terkejut! Tepat di depanku, Azura, Rocky, Kim Nam-Goo, Kim Seung-Yoo, dan tanteku memegang kue yang berbentuk angka '17'. Mungkin ini kado ulang tahun terindah bagiku. Aku merasa sangat senang---sekaligus terharu! Air mataku mengalir dengan perlahan. Kemudian aku memeluk mereka semua.

Belum sempat aku meniup lilinnya, handphone ku berdering dengan kencang. Aku sangat berharap pesan dari orang tuaku ataupun kakakku. Saat aku membukanya, ternyata dari bibiku di Korea.

17 생일 축하 해요!
 Selamat ulang tahun yang ke 17!
 
 Sedikit kecewa, karena pesan itu bukan dari orang tuaku atau kakakku seperti yang ku harapkan. Tapi tak apa lah. Dari bibiku di Korea saja sudah cukup membuatku senang.
 
정말 감사합니다 :-)
Terima kasih banyak :-)
 
"Ayumi, ayo kembali! Tiup lilin ini!" Seru Azura yang membuat aku tersadar dari lamunanku.

Aku segera menyimpan handphone ku, lalu segera menuju ruang makan. Setibanya di ruang makan, mereka semua menghampiriku.
 
"Ayo Ayumi, tiup lilinnya!" Kata Kim Seung-Yoo dengan lembut.
"Jangan lupa ucapkan permohonanmu!" Lanjut Rocky.
 
Aku pun menutup mata dan mengucapkan permohonan dalam hati. Setelah itu, kubuka mataku dan meniup lilinnya.
 
"YEAAAAHH!!" Semua bersorak dan bertepuk tangan. Aku membalasnya dengan senyuman terharu.
***
Jakarta, 5 April 2005
 
"Terima kasih, tante, om! Aku sangat senang berada disini!" Ujar Rocky.
"Sama-sama Rocky. Tante dan om juga senang selama kalian disini. Sering-sering kesini ya!" Kata tanteku setelah melepas pelukan dariku dan Azura.
"Kami pulang! Bye!" Ujarku, Rocky, Azura, Kim Nam-Goo, dan Kim Seung-Yoo sambil melambaikan tangan. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar