-Greyson-
Greyson. Cowok
ganteng, imut, berambut dan bermata coklat. Greyson adalah sahabat Cody sejak
mereka bertemu di Amerika, saat mereka diputuskan untuk tour bersama di
Amerika. Keduanya memutuskan untuk berkuliah di Inggris, walaupun mereka
berkuliah di tempat berbeda. Karena Inggris adalah tempat teraman untuk
‘mengungsi’ dari paparazzi. Pagi itu, Greyson bersiap-siap untuk menjemput
sahabatnya di bandara.
-Laras&Cody-
Laras dan Cody
sampai di bandara Internasional di Inggris. Mereka baru pulang dari Indonesia.
Ya, mereka telah bertunangan. Cody yang menginginkan semua ini, spesial untuk
Laras. Lagipula,Laras sudah sering bertemu
orang tua Cody, jadi Cody menggunakan kesempatan ini untuk bertemu orang
tua Laras. Laras merasa bahwa dia adalah salah satu orang yang beruntung di
dunia ini, karena memiliki calon suami yang benar-benar baik dan perhatian.
“And last, is
yours,” Cody menyerahkan koper milik Laras. Kemudian Laras menyimpannya di
troli lalu melajukan trolinya. “Now, my friend has already promised to
meet me at the airport now,” kata Cody.
“Okay! So, we got to meet him now. Maybe he’s been waiting,” ujar Laras
mempercepat langkahnya. Cody mengangguk lalu membantu Laras mendorong trolinya.
-Greyson-
“Cody!!” Greyson
berteriak memanggil Cody. “Greyson!” Cody mengarahkan trolinya ke arah Greyson.
Laras mengikuti Cody dari arah belakang. “Hi, bro! How are you? Long time not
see you!” kata Greyson memeluk Cody. “I’m fine. Greyson, she’s Laras. She’s my
fianc,” Cody memperkenalkan Laras. Laras tersenyum pada Greyson. “Greyson.
Greyson Chance,” Greyson membalas senyum Laras. “Oh guys, we have to go now!
There’s someone waiting for us. It seems to talk about our concerts,” ujar
Greyson melihat jam tangannya. Cody dan Laras mengangguk, lalu menarik
kopernya.
“She’s look different. Uh, Grey! What do you think?! She belongs to Cody!!”
gumam Greyson dalam hati. Ya, Greyson terpesona pada Laras. Pada pandangan
pertama. Tapi Greyson tahu, Laras milik Cody. Bahkan mereka telah bertunangan.
“Greyson, are you okay?” tanya Cody membuyarkan lamunan Greyson. “I’m okay
Cody,” ujar Greyson tersenyum. “Are you---”, “Laras, I’m fine! I’m just tired,”
Greyson memotong pembicaraan Laras. “Oh. Uhm, it’s okay!” balas Laras sambil
tersenyum.
Selama di
perjalanan, Greyson dan Cody mulai membicarakan konsep untuk konser mereka
nanti. Laras hanya bisa memperhatikan mereka sambil mendengarkan lagu dari
Ipodnya. Karena Laras tidak mengerti apa yang mereka bicarakan, Laras
memutuskan untuk tidur. Greyson yang
menyadarinya langsung melihat ke arah Laras lalu tersenyum kecil. “Grey,”
panggil Cody. “Laras. She’s sleeping,” ujar Greyson kepada Cody. Greyson
melihat senyum yang menghiasi wajah Cody. Belum pernah Greyson melihat Cody
tersenyum sebahagia ini. “Mungkin aku
harus mengalah,” gumam Greyson dalam hati sambil tersenyum. Air matanya
sudah menggenang di matanya. Tapi Greyson tak membiarkan air mata itu jatuh di
depan sahabatnya.
***
Pagi ini, Laras,
Cody, dan Greyson sudah tiba di bandara untuk pergi ke Korea sebagai negara
yang mereka kunjungi ketiga setelah Taiwan dan Indonesia. Laras sangat suka
dengan Korea! Oleh sebab itu, Cody memutuskan untuk lebih lama berdiam di
Korea, dan Greyson menyetujuinya.
“Laras, come on!”
ujar Cody setelah mendengar pengumuman. Laras menyelendangkan tas kecilnya lalu
menggandeng tangab Cody. “Greyson, let’s go!” kata Laras yang melihat Greyson
masih terdiam di tempat duduknya sambil menatap layar handphonenya. “Grey, are
you okay?” Cody menghampiri Greyson. “Uhm, I’m okay, Coco!” Greyson langsung
menyembunyikan handphonenya. Cody dan Laras langsung mengkerutkan keningnya.
“Let’s go, guys!” Greyson menarik tangan Cody lalu berlari kencang menuju
pesawat.
Selama perjalanan
dari Taiwan menuju Korea yang memakan waktu kurang lebih 2 jam, Laras tertidur
dibahu Cody dengan earphone di telinganya. Cody dan Greyson berbincang sambil
meminum segelas kopi yang baru saja diberi oleh pramugari. Ketika Greyson
berdiri untuk mengambil barang ditasnya, Greyson tak sengaja melihat Laras yang
tertidur. “She’s beautiful,” gumam
Greyson dalam hati. Kemudian matanya kembali tertuju kepada tas miliknya.
Tak terasa mereka
akhirnya tiba di Korea. Laras yang masih mengantuk tidak bisa melepaskan tangan
Cody dan tidak bisa menyandarkan kepalanya ke bahu Cody. “Annyeong! Welcome to
South Korea, Cody, Greyson!” sapa salah satu fans---lucky fans mereka yang
menyambut tepat di pintu keluar pesawat. “Thank you---what’s your name?” tanya
Greyson sambil menjabat tangan gadis itu. “My name is Chung Ae,” balas gadis
Korea itu sambil tersenyum. “And, what’s your name?” tanya Chung Ae kepada
Laras. “Oh, uhm, Laras. Nice to meet you, Chung Ae,” jawab Laras sambil
tersenyum sambil membetulkan poninya yang hampir menutup mata kirinya.
Chung Ae mengajak
Greyson, Cody, dan Laras untuk segera mengambil koper-koper mereka lalu keluar
bandara. Mereka mengikuti langkah Chung Ae. Laras tampak lebih bersemangat,
lalu menghampiri Chung Ae yang berjalan didepannya. Mereka asyik berbincang
dengan bahasa Korea, membuat Cody dan Greyson mengkerutkan keningnya. “Laras
can speak in Korean, Cody?” Greyson mengalihkan pandangannya dari
Blackberrynya. Cody menggelengkan kepalanya. Cody selama ini tidak tahu bahwa
Laras sangat mencintai Korea, sampai-sampai fasih berbahasa Korea. Cody dan
Greyson lalu tertawa, dan Laras kemudian menatap keduanya dengan tajam.