Paris, nama Kota kesukaan Evelyna Raudya saat ini. Saking
cintanya dia dengan kota cinta ini, dia selalu meluangkan hari liburnya untuk
pergi berlibur ke kota Paris, yang kebetulan Diana, teman lamanya tinggal
disana.
“Maa ayo kita berangkat, bisa bisa kita ditinggal pesawat!” Celetuk Evelyna di pagi yang hawanya cukup dingin.
“Iya Eve, tunggu sebentar, mama lagi tulis pesan untuk papa
agar segera terbang ke sana kalau papa sudah pulang” Balas mama.
Pagi ini Eve dan mamanya memang sengaja untuk berlibur ke
kota “kesayangan” mereka, tentu saja Paris. Eve dan mamanya berangkat ke
bandara dengan diantar oleh supir mereka, pak Atmo.
“Ayo paaaaak! Ngebuuuut dooong kaya pembalap, kan sekali kali
hehehe.” Eve sudah tidak sabar untuk menginjakan kakinya ke kota kesayangannya
itu untuk pertama kalinya selama 6 bulan terakhir.
“Sabar sayaaang, kita kan gamungkin menerobos kemacetan ini,
lagipula pesawatnya juga take off jam 10 kok!” Timpal mama Eve yang saat ini
sedang berdandan.
Eve tertawa geli saat dia mengintip mamanya yang sedang
berdandan lewat kaca spion depan.
“Baikalah, mah. Hehe” Balas Eve
6 jam pun telah berlalu dan----“AKHIRNYA, PARIS!!!”
kata Eve dalam hati, kini dia bisa ber-“kangen kangenan” sama Diana teman
lamanya itu dan----selain itu dia juga bisa meminta Diana untuk memperkenalkan
dia kepada teman temannya di Paris! “aku harap sih bisa berkenalan dengan cowo
yang baik hati! Hihihi ngomong apasih aku” Batin Eve lagi.
Sesampainya Eve dirumah (di Paris), Eve langsung berganti
pakaian dan pergi keluar rumah, alasannya ke mamanya sih untuk mencari udara
segar karena lama di pesawat.
Karena rumah “keduannya” Itu dekat dengan lokasi menara
Eiffel, dia memutuskan untuk pergi ke menara itu dengan menggunakan sepeda.
“AAAAAA!” Tteriak Eve nyaring.
Sepeda Eve menabrak seorang pria berwajah kalem bersweater
merah yang baru saja keluar dari sebuah toko yang ternyata toko buku, pantas
saja dia membawa sebuah buku yang kini sudah rusak terlindas sepeda Eve.
“Hey! Comment allez-vous? Si vous voulez passer, regardez voir! Mon livre est aujourd'huidétruite!” Kata pria itu
mengomel pada Eve.
Eve sendiri tidak mengerti ucapan pria itu. Walaupun dia sangat menyukai Kota ini, belum tentu dia bisa berbahasa Prancis.
“Itu bahasa yang rumit!” Kata Eve.
“Uhm I’m sorry, I don’t speak France, can you speak English?” Lanjut Eve pada pria itu.
“Oh, you’re a tourist, aren’t you?”
“Yes, I am, I’m so sorry about this, I don't mean it to crash
you when you’re out of the building, I’m soooo sorryyyyy! Please forgive me!” Pinta Eve.
Tapi kelihatannya cowok itu santai santai saja, dia
sepertinya tidak marah pada Eve, dia merasa wajah gadis ini tidak asing
baginya---sangat familiar.
“It’s okay it’s okay don’t worry about it” Balas cowok itu.
“What’s your name ?” Tambah cowok itu dengan muka terheran
heran.
“My name is Evelyna Raudya, you can call me Eve, and you ?”
“Evelyna Raudya? Hm” Lelaki ini terdiam dan terlihat bahwa
dia sedang berfikir, “Oh, my name is Robby, nice to meet you. Sorry I have to
go, bye!”
“Okay, bye!”
Eve berpikir, “mengapa cowok itu menanyakan namaku? Untuk
apa sebenarnya? Dia kan tidak kenal aku, lalu----yasudahlah”
Eve pun sampai di menara Eiffel, dia sudah sangat lama tidak
mengunjungi menara ini dan langsung ia menaiki menara itu.
Saat Eve sedang berjalan naik ke tingkar kedua Eiffel, dia
tertubruk oleh seorang cewe yang berlari kencang, dan menjatuhkan Ice creamnya
yang dibeli tadi sebelum berjalan naik.
Eve melihat kebawah, Ice creamnya terjatuh! Dan teryata, Ice
creamnya jatuh tepat mengenain kepala seorang cowo yang saat ini berteriak
teriak kepada Eve untuk turun, ya sepertinya cowo itu marah padanya.
“huh!
Salah apasih aku! Baru sehari di Paris aja sudah banyak masalah gini!
Siaaaaaal!” Kata Eve dalam hati sambil menuruni Eiffel.
*percakapan menggunakan bahasa inggris*
“Hey kamu galiat liat apa ? liat nih kepala aku jadi manis
gini kan !”
“Maaaaf! Maaf bangeeeet tadi aku kedorong sama orang lain,
akhirnya ice creamnya jatuh ke kamu, lagipula kamunya yang salah, berdiri
ditempat ice cream aku jatuh!”
“Ya Tuhan kenapa aku dipertemukan sama cewek kaya gini, apa salah aku? Ampuuun!” Balas cowo itu sambil mengejek Eve.
Eve yang merasa terhina pun membalasnya “kamu tuh kenapa sih? Ngeselinnya gaada 23456789!”
“Eh udah salah, malah ngejek lagi! Gak sadar kamu salah?”
“Huh! Iya, iya aku salah, maaf!” pinta Eve dengan sedikit
kesal. (sedikit? hm)
“Dimana-mana, minta maaf gaada yang marah marah!”
“Aaah! Ngeselin banget! Cowok ini maunya apaaa?!” Kata Eve dalam hati. Eve pun menghela napas dan----“Kakak, maafin saya ya, saya
sudah menjatuhkan ice cream saya tepat di kepala kakak. Sekali lagi maaf!”
Cowok itu pun tertawa dengan terbahak bahak, “Hahahaha, geli
liatnya kaya yang dipaksa gitu (memang dipaksa kan?) ya sudah, aku maafin.”
“Kenalin, aku Rifky” Lanjut cowok itu, sambil menjulurkan tangannya yang
menunjukan ingin berkenalan.
“Orang Paris tapi kok namanya Islami?” Balas Eve sambil tertawa kecil.
“Aku sebenernya orang Indonesia, tapi orang tuaku
udah tinggal disini sejak aku lahir."
“Oooh” Balas Eve.
“Heh, nama kamu siapa?---Gak denger ya? Nama kamu siapa, adik
manis?”
“Hiiiis! Denger denger! Kamu kira aku apa, aku Eve, Evelyna
Raudya”
“Nama yang bagus!” Kata Rifky
“Sudah dulu ya! Aku mau naik lagi!” Balas Eve menyudahi
percakapan.
“Hey sebentar! Kamu tinggal dimana?” Tanya Rifky
“Di perumahan sebelah, blok 2 nomor 15.” Jawab Eve sambil berlari menuju lift.
Created by: Deandra. twitter: @deaandra