14 Jan 2012

Harry Potter, The Memories

"Sampah!" Itulah homen produser film Harry Potter, David Heyman waktu pertama kali melihat naskah Harry Potter and the Philosopher's Stone bertengger di meja kerjanya, kiriman dari J.K Rowling pada tahun 1997. Untung saja Pak Heyman akhirnya mau membaca naskah Harry Potter sampai selesai.

Seperti Muggles lainnya di seluruh dunia, Pak Heyman tersihir oleh kisah menakjubkan tentang Harry Potter. Terima kasih untuk Pak Heyman dan Warner Bros. Pictures, naskah itu diangkat ke layar lebar dan berlanjut hingga saat ini. Mau tau memori-memori lainnya selama lebih dari 10 tahun pemutaran film Harry Potter? Yuk!

Steve Kloves, penulis skenario film Harry Potter
"Aku menulis skenario tanpa tau akhir cerita Harry Potter. Jo (J.K Rowling) mengarahkanku dan hanya memberi petunjukpetunjuk tanpa mau ngasih bocoran besar apa yang terjadi di buku terakhir Harry Potter."

Daniel Radcliffe, Harry Potter
"Aku ingat, ayahku ngajak nonton pertunjukan drama Stones in His Pockets. Waktu nonton, aku terus diawasi seseorang yang duduk nggak jauh dariku. Aneh rasanya. Setelah pertunjukan selesai, orang itu menemuiku dan memperkenalkan dirinya. Dia adalah David Heyman. Saat itu mereka belum mengkasting pemeran Harry Potter."
"Setiap kesempatan yang datang kepadaku sampai aku tiada nanti akan berhubungan dengan kenyataan bahwa aku adalah anak yang dipilih menjadi Harry Potter pada tahun 2000 lalu. Film ini memberiku cukup banyak kenangan sampai 10.000 tahun ke depan."

Rupert Grint, Ronald Weasley
"Waktu aku baca novel Harry Potter, aku selalu bilang, 'kalau ada yang bikin ini film, aku bisa menjadi Ron."

Tom Felton, Draco Malfoy
"Pada audisi pertama, aku ditanya pengin memerankan tokoh siapa. Karena aku belum baca satupun buku Harry Potter, jawabanku sama dengan peserta di sebelahku. Kayaknya kemampuanku untuk berbohong adalah sebagian alasan aku menerima peran Draco."

Emma Watson, Hermione Granger
"Salah satu hal terberat syuting di studio Leavesden adalah orang-orang harus tau dimana aku berada. Hal ini bikin aku frustasi, apalagi waktu umurku jauh lebih muda dari sekarang. Dulu aku biasa sembunyi dari beberapa asisten sutradara, yang punya tugas mencari dimana aku berada sepanjang hari. Kasian banget para asisten sutradara itu mencariku kemana-mana!"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar