Kubuka mataku. Aku bangun dari tidurku. Aku sekarang berada di Jepang, tepatnya Tokyo Ya, aku pindah ke Jepang karena aku mendapat beasiswa untuk melanjutkan sekolah di Sekolah Menengah ternama di Jepang.
Pagi ini cukup cerah untuk ku jalani. Hari ini adalah hari pertama ospek. Aku berangkat ditemani oleh bibiku
Sesampainya di sekolah, aku, Kim Nam-Goo, Kim Seung-Yoo dan Azura pun bergegas menuju lapangan dan mempersiapkan segala sesuatu yang diperintahkan oleh kakak kelas. Setelah bel berbunyi dan semua anak junior berkumpul, para senior mengajarkan lagu/hymne sekolah itu lalu menanyakan asal sekolah para juniornya. Ya, kalian tahu kan bagaimana masa-masa ospek?
"Eh, ke sana yuk! Aku lapar nih!" Ajak Azura sambil menunjuk makanan yang disediakan sekolah untuk para peserta ospek.
"Bukankah kamu membawa makanan?" Tanyaku.
"Lebih baik kita makan bekal kita saja!" Ujar Kim Nam-Goo.
"Oh,baiklah. Tunggu disini. Aku akan ke atas mengambil bekalku." Kata Azura ketus.
***
"Akhirnya sampai rumah juga!" Ujar Kim Seung-Yoo.
"Ibu, masih ada sushi kah?" Tanya Azura.
Bibiku pun menganggukan kepalanya yang kemudian menyiapkannya, Aku dan kedua sahabatku masuk ke kamar untuk menyimpan tas dan berganti baju. Aku, Kim Nam-Goo dan Kim Seung-Yoo memang sekamat. Karena hanya kamar itulah yang tersisa di rumah bibiku. Walaupun begitu, kamar itu cukup luas dan cukup untuk menampung kami bertiga.
"Anak-anak, makanan sudah siap. Cepat turun!" Teriak bibiku.
"Ayo cepat! Aku sudah sangat lapar!" Kata Kim Seung-Yoo.
Aku dan kedua sahabatku pun bergegas menuju ruang makan. Disana sudah terlihat Azura yang belum mengganti bajunya, bibi dan pamanku.
***
Akhirnya ospek pun selesai. Sekarang aku sudah resmi menjadi murid di sekolah itu. Dan sekarang aku sudah memakai seragam baru. Senang sekali rasanya! Sejenak aku melupakan masa-masa saat aku masih tinggal di Seoul bersama orang tua dan kakakku.
Aku sangat menyukai tempat ini. Disini aku cepat akrab dengan teman seangkatan maupun dengan kakak kelas. Dan semenjak tinggal di Tokyo, aku merasa paman dan bibiku lebih perhatian padaku dibandingkan dengan ayah dan ibuku. Sampai sekarang, baik orang tuaku maupun kakakku tidak menanyakan kabarku
"Sedih sih, tapi ya sudahlah." Ujarku dalam hati sambil menatap layar Iphone ku.
Teriakan Azura membuatku tersadar dari lamunanku. Azura menyuruhku untuk menemaninya ke lapangan basket dekat rumah. Azura memang menyukai basket! Aku pun segera berganti baju dan menuju ruang makan untuk menemui Azura, Kim Nam-Goo dan Kim Seung-Yoo.
"Maaf lama, tadi ganti baju dulu, hehehe." Ujarku nyengir.
"Aku pikir kau tidak mau ikut. Ya sudah! Ayo!" Ajak Azura.
***
"Hai Azura! Ini siapa?" Tanya salah satu teman laki-laki Azura sambil melambaikan tangan.
"Hai Rocky! Ini Ayumi Atsuko, sepupuku. Ini Kim Nam-Goo dan Kim Seung-Yoo, sahabat Ayumi. Mereka mendapat beasiswa untuk bersekolah di sekolahku. Mereka dari Seoul, Korea." Jawab Azura.
Aku dan kedua sahabatku yang tidak mengerti bahasa Jepang hanya tersenyum dan menjabat tangan laki-laki itu yang ternyata bernama Rocky. Kemudian Rocky memanggil teman-temannya dan memperkenalkan kami. Setelah itu, mereka pun bermain basket. Kim Seung-Yoo yang sama-sama hobi bermain basket, ikut bermain bersama mereka.
"AYUMI!! AWAS!!" Teriak Azura dari lapangan.
Tapi terlambat! Aku terkena bola basket cukup kencang dan aku jatuh pingsan. Terlihat darah keluar dari hidungku. Kemudian semua berlari ke arahku, termasuk Kim Nam-Goo yang tadi sedang berjalan-jalan keliling lapangan. Rocky menyuruh Azura untuk membawa es untuk mencegah darah keluar berlebih dari hidungku.
***
Tak lama kemudian aku sadar. Aku tidak tahu kalau aku sudah berada di kamar. Aku melihat bibi dan kedua sahabatku berada di sampingku, serta Azura dan teman-temannya mengelilingi kasurku. Dan aku melihat Rocky sedan bersama pamanku. Terdengar Rocky sedang meminta maaf kepada pamanku.
"Akhirnya kamu sadar juga. Tadi kita panik banget! Apalagi Rocky!" Ujar Azura.
"Hah? Kenapa Rocky?" Tanyaku.
"Dia yang tidak sengaja melempar bola padamu, Ayumi!" Kata Kim Nam-Goo geram.
Rocky yang melihatku sudah sadar langsung menghampiriku dan meminta maaf. Aku pun membalasnya dengan tersenyum tipis.
"Hidungmu sudah tidak apa-apa?" Tanya Rocky dalam bahasa Inggris.
" Iya, sudah lebih baik. Walaupun masih sedikit sakit." Jawabku sambil tersenyum.
Rocky kemudian menyuruhku untuk duduk. Rocky menatapku. Rocky mendekatkan badannya padaku. Wajah Rocky semakin dekat. Dan...............
Tidak ada komentar:
Posting Komentar