29 Apr 2012

The Lucky Fans


Halo fans, aku Greyson Chance. Aku akan mencari tiga fans yang beruntung yang akan menemaniku selama tour di Asia. Kalian cukup membeli salah satu merchandiseku yang di dalamnya terdapat kertas emas. Kalian bisa mengajak satu teman kalian. Semoga beruntung (:

“Apa?! Aku harus cepat menghubungi Cassandra!!” Marina mengambil telepon genggamnya dan menyuruh Cassandra, sahabatnya, untuk membuka video milik Greyson Chance, penyanyi muda terkenal. Mereka memang menyukai dan mengagumi Greyson, tapi Marina tidak sefanatik Cassandra.

“Halo Sandra!! Kau harus lihat video di http://greyson-official.com/theluckyfansvideo !!----ya pokoknya kau lihat saja----ya sudah, kau kesini cepat!”

Tak lama kemudian, ada yang mengetuk pintu kamar Marina.

“Pasti Sandra!” Kemudian Marina bangkit dari kursi lalu membuka pintu kamarnya. “Ah Marin! Ada apa?” Tanya Cassandra dengan heboh.

Marina menarik tangan Cassandra lalu mendorongnya ke kasur.

“Lihat ini!!” Marina memperlihatkan video yang baru saja dia lihat beberapa saat lalu. “Oh, Marina!! Dimana tempat untuk membelinya? Ayo kita kesana!” Tanya Cassandra sambil menarik-narik baju Marina. “Pusatnya di New York setahuku. Kakakku pernah membelinya disana. Sekarang?” “Bukan, tahun depan! Ya sekarang dong! Ayo, kita pakai mobilku saja!” Cassandra menarik tangan Marina lalu berlari keluar rumah.
***
Marina dan Cassandra sampai di toko yang menjual semua merchandise Greyson. Marina memutuskan untuk membeli tas besar bertulisan “Greyson Chance” lengkap dengan pianonya, sedangkan Cassandra memilih tempat pensil, jaket, dan kaos yang terdapat foto Greyson.

“Mau dibuka sekarang?” Tanya Marina setelah membayarnya. “Hm, jangan deh. Mending di rumahmu saja!”

Marina mengangguk setuju. Kemudian mereka berlri menuju mobil. Cassandra buru-buru menyalakan mesin dan melaju ke arah rumah Marina.
***
“Ayo Marina, kita buka!” Ujar Cassandra setelah menutup pintu kamar. “Satu..dua..tiga!”
Marina dan Cassandra membuka barang yang tadi mereka beli. “Yah, aku tidak dapat nih! Di jaket tidak ada, di kaos tidak ada, di tempat pensil pun tidak ada.” Cassandra kecewa.

Saat Marina membuka tas besarnya, dia melihat kertas berwarna emas dan bertulisan:

CONGRATULATION SWEETY (:

“SANDRA! AKU DAPAT!! LIHAT!” Marina berlari ke arah Cassandra sambil menunjukkan kertasnya.
Cassandra membalikan badannya, lalu memeluk Marina.

“Nih, buatmu saja, San!” Marina memberi kertas berwarna emas itu setelah melepas pelukannya dari Cassandra. “Tidak, Marin. Itu milik kita! Di video itu, Grey bilang ‘kalian bisa ajak satu teman kalian!’” Ujar Cassandra sambil merangkul Marina. Marina mengangguk dan memeluk sahabatnya lagi.
***
Hari yang ditunggu telah tiba. Marina dan Cassandra berpamitan dengan orang tua mereka. Sebelumnya, mereka telah mempersiapkan semua merchandise Greyson yang mereka punya.

“Hati-hati ya, sayang. Jangan lupa selalu kabari Mom!” Ujar Mom Lacy, mama Cassandra.

Marina dan Cassandra mengangguk lalu memasuki mobil. Mama Marina mengantar Marina dan Cassandra menuju tempat dimana orang-orang ‘beruntung’ itu berkumpul.
***
“Ada yang tertinggal? Bagaimana dengan kertasnya?” Tanya Mom Tasya, mama Marina. “Sudah lengkap semua!” Jawab Marina sambil memperlihatkan kertas emas itu. “Okay, good bye, Mom!!” Cassandra dan Marina berlari, sudah tidak sabar apa yang terjadi setelah ini.

Cassandra dan Marina menempati tempat duduk paling depan, tepat di depan Greyson. Mereka hanya bisa diam, bingung. Mereka belum pernah ke tempat ini sebelumnya.

“Hm, maaf ini tempat dudukku!” Kata seorang gadis dengan sombongnya. “Kau pikir siapa kau? Kita sudah duduk lebih dulu darimu!” Balas Cassandra.

Saat Cassandra dan gadis itu sedang adu mulut, tiba-tiba darang security dan seorang pemudaa, yang kelihatannya salah satu dari kru Greyson, melerai mereka.

“Maaf, siapa yang terlebih dahulu duduk disini?” Tanya pemuda itu. “Kami!” Jawab Marina dengan tegas. “Oh, sudahlah, Chintya. Ayo kita cari tempat duduk lain!” Ajak teman dari gadis yang ternyata bernama Chintya itu. “Hm, maafkan kami.” Ujar Marina dengan sopan. “Oh, tidak. Kalian tidak salah! Tenang saja.” Balas pemuda itu sambil tersenyum lalu berjalan meninggalkan Cassandra dan Marina.

Sudah banyak anak yang rata-rata seumuran Marina dan Cassandra, yang datang ke gedung. Tak lama kemudian..

“OMG, itu Greyson, San!” Marina memukul-mukul Cassandra. “Dia sangat tampan!” Bisik Cassandra. “Ya, aku tahu aku tampan!” Celetuk Greyson yang tak sengaja mendengarnya.

Marina dan Cassandra saling bertatap muka, lalu tertawa. Greyson tersenyum kepada mereka, dan menyapa para fansnya yang lain.

“Halo, semuanya. Aku Greyson Michael Chance.” Ujar Greyson seakan-akan tidak ada yang tahu namanya. “Halo Greyson!” Semua membalas dengan antusias. “Selamat kepada kalian yang beruntung. Aku disini akan mengumumkan agenda yang akan kita lakukan selama Asian Tour. Tolong ingat baik-baik! Kalau bisa kalian catat!” Canda Greyson. Semua yang ada di ruangan itu tertawa. “Besok kita akan pergi ke Singapura sebagai negara pertama yang kita kunjungi. Disana kita akan bersenang-senang! Ke Universal Studio, nonton drama Song of the Sea....”

Semua memperhatikan sambil menulis agenda yang akan dilakukan selama 1 bulan itu.
***
Saat Greyson, Marina, Cassandra, dan lainnya keluar bandara, terlihat banyak sekali fansnya yang membawa kertas karton bertulisan, “I LOVE YOU, GREYSON!” “WELCOME TO SINGAPORE!” “MARRY ME GREYSON!” dan banyak lagi.

“Hahaha benar-benar gila ya fansmu di Asia!” Ujar Cassanda yang kebetulan berjalan di sebelah Greyson. “Hahaha, it’s so fun!!” Jawabnya sambil tersenyum.

Greyson menghampiri fans di Singapura, Marina dan lainnya mengikuti dari belakang.

“Hai semua! Kenalkan, ini mereka yang beruntung ikut Asian Tour bersamaku.” Ujar Greyson sambil melayani fansnya yang berada di bandara.

Greyson memperkenalkan gadis-gadis yang ada dibelakangnya satu per satu.
***
Marina dan Cassandra memilih untuk menetap di hotel malam ini. Mereka melihat teman-teman yang lain keluar untuk memberi souvenir dari Singapura.

“Eh, ke taman, yuk! Bosan sekali disini!” Ajak Cassandra. “Hm, ayoo!” Marina mengiyakan lalu mematikan televisi.

Sedang berjalan menuju lobby, terlihat Greyson berlari kecil menghampiri Cassandra dan Marina.

“Hai! Kalian tidak berbelanja seperti yang lainnya?” Tanya Greyson. Marina menggeleng dan tersenyum. “Tidak, kai hanya ingin berjalan di taman saja. Bosan sekali di kamar!” Jawab Cassandra. “Oh, kebetulan sekali! Ayo kita ke taman!”

Ini akan menjadi malam yang tidak akan pernah terlupakan oleh mereka. Apalagi Cassandra. Bercanda, mengorol, bercerita tentang kehidupan sehari-harinya kepada Greyson.

“Bagaimana denganmu, Marina?” Tanya Greyson. Marina menceritakan awal mula dia menjadi fans Greyson. Greyson memperhatikannya dengan serius sambil diselingi candaannya.

“Wah, aku sangat berterima kasih kepada kalian, terutama Cassandra! Kau telah mengajak banyak orang untuk mengagumiku! Aku juga baru mendengar cerita itu loh, hahaha.” Ujar Greyson. “Eh, kalian sudah makan malam?” Lanjutnya.

Marina dan Cassandra menggelengkan kepala. Greyson lalu mengajak mereka ke restoran Singapura.
***
“Ah, waktu cepat berlalu, ya! Besok kita akan mengunjungi Malaysia. Lebih baik kalian beristirahat! Ayo kita ke hotel!” Ujar Greyson yang baru saja turun dari panggung.

Semua mengangguk dan bergegas menuju bis yang disediakan khusus untuk mereka.
***
Sore ini akan diadakan jumpa pers di Malaysia. Marina dan Cassandra bergegas menuju bis. Disana terlihat Greyson bersama Chintya dan temannya berbincang-bincang, meskipun sekali-kali Greyson melihat ke arah Marina dan Cassandra yang sedang duduk di kursi taman.

Tiba di tempat jumpa pers, kru mempersilahkan Marina, Cassandra, Chintya, dan lainnya untuk menunjukkan diri mereka setelah Greyson menyapa semua penggemarnya disana.

“Oh ya, aku membawa beberapa fans dari Amerika sana. Perkenalkan ini Cassandra. Dia mempunyai keturunan Malaysia juga loh! Dan ini teman Cassandra, Marina. Dia mempunyai darah Asia, yaitu Indonesia. Yang ini Chintya...” Greyson memperkenalkan mereka satu per satu.
***
Marina keluar kamar meninggalkan Cassandra yang tertidur lelap. Marina tidak bisa tidur malam itu. Dia berniat untuk berjalan-jalan di taman sampai dia merasa ngantuk. Sesampainya di taman, Marina duduk sambil menikmati suasana.

“Hai, apa yang kau lakukan disini?” Tiba-tiba saja Greyson menepuk pundakku. “Oh, hai Greyson. Hm, aku tidak bisa tidur. Jadi aku kesini. Kau sendiri?” Balas Marina. “Ya, sama. Aku tidak mengantuk---oh iya, boleh kan aku duduk disini?” Tanya Greyson. Marina mengangguk.

Greyson dan Marina sedang asyik berbincang-bincang. Saking asyiknya, mereka tidak sadar kalau sudah tengah malam.

“Hey, apa kau tidak capek? Kau baru saja konser tadi.” Kata Marina. Greyson menggeleng, “Tidak. Kau sendiri, kau tidak capek?” “Tidak.” Jawab Marina sambil tersenyum. “Kau kedinginan ya? Ini, pakai saja punyaku.” Greyson melepas jaketnya lalu dipakaikan ke Marina. Marina tidak bisa menolak. “Kau tahu, ketika aku melihat ke atas, aku melihat langit. Langit itu bersinar! Bintang bertebaran dimana-mana. Tapi ketika kau datang, dan mataku melihat ke arahmu. Ternyata kau lebih bersinar dari langit dengan kelap-kelip bintang itu..*kiss her lips*”
***
Cassandra terbangun. Dia langsung mengambil Iphone yang ada di sebelahnya. Hey, apa ini? Pikirnya. Cassandra mendapat kiriman foto dari seseorang yang tidak dikenalnya. Cassandra kaget! Itu foto Greyson! Greyson yang sedang mencium sahabatnya---Marina.

“MARINA!!” Cassandra menarik selimut Marina. “Apa yang kau lakukan semalam?!” Lanjutnya. Marina mulai membuka mata perlahan-lahan. “Ada apa, San?” Tanya Marina. “Aku ingin bertanya kepada kau, Marin! Semalam kau dimana, dengan siapa, dan apa yang kau lakukan?” *serasa lagu kangen band._.v* Marina menggeleng, dia tidak mengerti. Cassandra kesal! Dia memperlihatkan foto yang dia dapat beberapa saat lalu. Marina kaget. Siapa yang memotretnya? Tanya Marina dalam hati. “Kau harus dengar, Sandra! Aku---“ “Buat apa aku mendengar kata-katamu yang penuh dengan kebohongan? Kau bilang, kau tidak mencintai Greyson sepertiku. Tapi nyatanya? Aku belum pernah memeluknya! Kau? Kau sudah menciumnya! Mencium bibirnya!” Cassandra mendorong Marina hingga Marina hampir terjatuh dari balkon.
 Marina hanya bisa diam. Dia bingung harus berkata apa lagi. Memang dia yang dicium oleh Greyson, tapi bukan dia yang menginginkannya, bukan dia yang menyuruh Greyson untuk mencium bibirnya. Cassandra pergi ke kamar mandi meninggalkan Marina yang terdiam di balkon. Marina menyesal. Kalau saja dia tidak pergi ke taman, dia tidak akan bertemu Greyson, tidak akan menerima ciuman dari Greyson, dan pasti tidak akan mengecewakan Cassandra.

Marina mengecek kamar, siapa tahu ada barang yang tertinggal. Benar saja! Headphone favorit Cassandra tertinggal. Marina mengambil headphone milik Cassandra, lalu mengunci kamar hotel. Saat Marina keluar kamar, semua Enchancer melihat ke arahnya dengan sinis, termasuk Cassandra.

“Hai semua!” Sapa Marina tersenyum. Teman-temannya hanya bisa menatapnya dan langsung mengobrol bersama yang lain. Marina bingung. Apa semuanya mendapat foto itu? Tanya Marina sambil berjalan ke arah Cassandra. “San, ini punyamu,” Marina memberikan headphone milik Cassandra. Cassandra mengambil headphone miliknya dengan kasar dari tangan Marina. Marina  terdiam, lalu duduk tepat di depan Greyson.

“Halo semua! Hey, ada apa ini?” Greyson melihat semua orang menjauhi Marina. “Ada apa bagaimana, Grey?” Tanya Alexa, kakaknya yang kebetulan ikut. “Mengapa semua orang menjauhi Marina?” Tanya Greyson. Semua terdiam dengan muka kesal. “Kami kesal, Greyson! Kami kesal!” Teriak seorang American Enchancer bernama Lala. Greyson heran, “Kenapa kalian kesal? Kesal dengan siapa?” Chintya berjalan ke arah Greyson lalu memperlihatkan foto. Greyson tersontak, “Hey, siapa yang memotretnya?!” Semua menggeleng. “Tolong ya, selama kita bersama, jangan ada hal kecil yang bisa membuat kebersamaan kita berkurang. Ya sudah, ayo kita ke bandara!” Ujar Greyson sedikit kesal. Marina, selama di pesawat maupun bis, kau harus bersamaku.” Bisiknya.
***
Semenjak kejadian itu, Greyson justru makin dekat dengan Marina. Mereka sering berbincang-bincang dan bercanda. Jika perjalanan malam, Greyson selalu menyiapkan bahunya hanya untuk Marina. Tanpa sadar, mulai tumbuh rasa suka di antara mereka.

“Eh, kalian merasa kalau Greyson menyukai Marina?” Tanya Lala. Yang lain mengangguk. “Tidak! Tidak mungkin!” Balas Chintya dan Cassandra. “Loh, kenapa tidak mungkin? Greyson juga manusia loh!” Lanjut Lala. “Dan cinta juga tidak memandang status, apakah dia artis, pejabat negara, anggota kerajaan, atau rakyat biasa.” Lanjut Karen. Chintya dan Cassandra cemberut, mereka tidak menerima kenyataan ini. “Ya, harusnya kalian bangga dong sama Greyson. Berarti dia bisa move on dari Lauren! Dan apapun yang Greyson lakukan, kita sebagai fans harus bangga, harus bisa menerimanya. Jangan sampai berlebihan seperti ini. Idola tetaplah idola. Itu hanya suatu keberuntungan saja.” Tambah Lily, saudara kembar Lala. Chintya dan Cassandra hanya bisa diam, melihat ke arah luar.
***
@greysonchance Arrived. Hello, Jakarta!! I can’t wait for see you tonight! Meet and greet with my fans!!

Semua Indonesian Enchancer langsung menyerbu pintu keberangkatan. Memang promotor dari Indonesia mengantar Greyson dan American Enchancers ke pintu keberangkatan.

I’m waiting..waiting....just waiting...i’m waiting..waiting outside the lines.. Semua Indonesian Enchancers menyambut Greyson dan yang lainnya di pintu keberangkatan. “HEY! ITU GREYSON!!” Teriak salah satu dari mereka. Greyson menghampiri mereka sambil menarik tangan Marina. Semua Indonesian Enchancers yang berada di bandara berteriak histeris.

“Hei, siapa yang kau bawa itu, Grey? Apakah itu Marina dan American Enchancersmu?” Tanya salah seorang dari Indonesian Enchancers sambil meminta tanda tangan Greyson. “Yap, ini Marina. Yang disana ada Cassandra, Chintya, Karen, Lala dan Lily.” Balas Greyson tersenyum. “OMG! Marina, kamu cantik ya!” Greyson melihat ke arah Marina. “Hahaha, ya, dia memang cantik. Dan---lihat! Mukanya berubah jadi merah! Oh, itu sangat lucu!” Greyson melanjutkan langkahnya menuju bis.

“Grey, fansmu di Indonesia sangat menarik! Aku sempat memotretnya saat aku belum keluar. Hahaha.” Kata Karen saat memasuki bis. Greyson tersenyum. “Hm, Grey, maafkan kami.” Ujar Lala. “Buat apa?” Tanya Greyson tertawa kecil. “Ya, kejadian seminggu yang lalu.” Lanjut Karen. “Hahaha, Buat apa kau meminta maaf kepadaku? Minta maaf lah padanya!” Greyson langsung merangkul Marina yang sedang melihat ke arah luar.

“Hm, Marina. Maafkan kami, awalnya kami memang membencimu---karena kau mencium Greyson, dan kami iri denganmu. Tapi setelah kami pikir-pikir, kami hanyalah fans Greyson, Greyson hanyalah idola kami. Dan kami harus senang apa yang dilakukan oleh dia. Ya—Greyson juga manusia biasa, pasti merasakan cinta. Dan kau adalah orang yang beruntung, Marina.” Jelas Lily. Marina tersenyum sekaligus kaget, Apa maksud mereka? ‘Greyson juga manusia biasa, pasti merasakan cinta. “Iya, tidak apa-apa. Justru aku minta---“ “Eh, tidak! Aku yang minta maaf. Aku yang menciumnya!” Greyson menyela. Marina hanya bisa diam. “Semuanya, saya mohon untuk duduk. Kita akan menuju restoran Indonesia untuk makan siang. Lalu kita akan pergi ke gedung konser untuk check sound dan jumpa pers. Lalu kita akan beristirahat...”
***
“Halo, Indonesian Enchancers! Selamat mama!” Sapa Greyson saat memasuki ruangan Meet and Greet. “HALO, GREYSON!!” Semua membalasnya sambil tertawa saat mendengar kalimat ‘selamat mama’. “Aku sekarang membawa fansku dari Amerika. Yang di sebelahku ini bernama Marina. Dia tadi bercerita padaku, kalau dia senang bisa menginjak kampung halamannya sekarang.” Greyson merangkul Marina, membuat semua Indonesian Enchancers berteriak. Cassandra dan Chintya makin terlihat tidak suka. “Di sebelahnya Lala---Karen---Lily, kembaran Lala---Cassandra dan Chintya.”

Malam itu Greyson menjelaskan kenapa Marina dan teman-temannya bisa bersama Greyson. Greyson juga berharap suatu saat nanti dia bisa mengajak fansnya di Indonesia untuk ikut World Tour. Semua Indonesian Enchancer berteriak histeris.

“Bagaimana kedekatanmu dengan Marina?” Tanya salah satu Enchancer. “Oh, itu. Aku berteman baik dengannya.” Jawab Greyson tersenyum. “Menurutmu, Marina bagaimana?” Ruangan yang asalnya sepi, berubah menjadi penuh bisikan. Meskipun begitu, Greyson menjawabnya dengan santai, “Menurutku dia cantik dan manis! Ya, dia sangat cantik! Dia juga baik. Kalian semua harus berteman dengannya. Dia akan menjadi teman yang asik bagi kalian.” Cassandra dan Chintya saling bertatap dan sebal.
***
Marina mengetuk pintu kamar. “Masuk..” Ternyata Cassandra sudah tiba terlebih dahulu darinya. Saat Marina membuka pintu, di dalam sudah ada Chintya.

Marina heran, “Hei, apa yang ka---“. “Dia bukan temanmu lagi, Marina.” Chintya memotong pembicaraan. “Apa maksudmu, Chintya?” Tanya Marina. “Kau terlalu jahat untuk menjadi seorang sahabart, Marina.” Balas Chintya. Cassandra langsung berjalan menuju kamar mandi. “Aku tahu ini hanya  akalmu saja, Chintya!” Bisik Marina kesal. Chintya memamerkan wajah liciknya kepada Marina.

BRAK!

Marina menutup pintu dengan kencang. Dia langsung berjalan menuju kamar Karen, teman Chintya.

Tok..tok

Karen membuka pintu, “Hai, Marina! Ada apa?” “Eh, Karen. Boleh kah aku tidur disini? Cassandra mengajak Chintya untuk tidur sekamar malam ini.” Balas Marina. “Oh, iya! Tadi aku lupa memberitahumu! Hahaha, maaf ya. Ayo masuk!” Karen membantu Marina membawa tas. “Sebenarnya ada apa sih? Kenapa semenjak Cassandra tahu foto itu, semua jadi melihat ke arahku dengan sinis?” Tanya Marina saat keluar kamar mandi mengganti bajunya. “Eh---hm—“ Karen bingung berkata apa. “Tolong Karen, cerita! Aku yakin kau tahu kenapa.” Marina memohon.

Karen menceritakan apa yang terjadi sebelumnya. Marina kaget. “Iya, aku memang berciuman dengan Greyson. Tapi dia yang menarikku. Awalnya dia melihat aku kedinginan, lalu dia melepas jaketnya dan memberikannya kepadaku. Setelah itu dia menarik kerah jaketnya, lalu menciumku. Dia melakukan itu hanya membuatku hangat dan nyaman saja, tidak lebih.” Jelas Marina. “Tidak, Marina. Aku yakin Greyson menyukaimu. Sangat terlihat! Dia sering mengajakmu berjalan-jalan pada malam hari. Sehabis dari panggung, dia langsung menghampirimu tanpa menghiraukan managernya yang telah mempersiapkan handuk kecil dan minum untuknya. Sampai-sampai managernya menyuruhmu untuk menunggu tepat di tangga panggung dan kau yang menggantikan tugas managernya. Ketika kau tertidur di bis, dia menaruh kepalamu di bahunya. Oh, itu sangat manis!” Karen memegang pundak Marina. “Sudah lah, besok kau harus bicara kepadanya. Aku akan membantumu untuk bicara kepadanya.” Lanjutnya.
***
“Grey!” Panggil Marina sambil berlari ke arah Greyson. “Hai Marina! Hai Karen! Ada apa?” Tanya Greyson. “Karen ingin memberitahu sesuatu kepadamu.” Marina mendorong Karen agar lebih dekat dengan Greyson. “Hm—Grey, aku akan menceritakan tentang foto itu. Pada malam itu Chintya tidak bisa tidur. Dia memaksaku untuk ikut ke taman bersamanya. Baru saja tiba di taman, aku dan Chintya melihat kau mencium—Marina. Chintya langsung mengeluarkan kameranya dan---dan langsung memotret kalian. Aku sudah menyuruhnya untuk menghapus foto itu. Tapi dia langsung mengirim foto itu ke Cassandra, agar Cassandra memusuhi Marina.” Jelas Karen. Greyson dan Marina saling bertatap lalu menganggukan kepala.
***
Malam itu Marina sedang duduk di pinggir kolam renang. Sedang memandang ke langit. Marina jadi teringat kejadian itu lagi.

“Ah!” Desah Marina sambil menendang batu di depannya. “Kenapa saat itu aku harus pergi ke taman? Dan kenapa Greyson harus datang?” Tanya Marina dalam hati. Tiba-tiba saja ada yang menutup mata Marina dari belakang. “Siapa ini?!” Tanya Marina panik. Orang itu langsung melepas tangannya. “Greyson!” Pekik Marina pelan. “Shh! Aku tahu sekarang kau masih sedikit panik dengan kejadian waktu itu. Maafkan aku, Marina. Karena aku, Cassandra jadi tak mau berteman lagi denganmu.” Greyson menarik Marina ke pinggir kolam renang. “Hm, bukan salahmu, Greyson. Cassandra memang orangnya sensitif. Lihat saja, anak-anak yang lain tidak menjauhiku. Bahkan Indonesian Enchancermu.” Marina tersenyum manis.

“Tapi, kau kehilangan sahabatmu.” Ujar Greyson. “Sudah ku bilang, dia orangnya sensitif. Aku sudah terbiasa dengannya.” Balas Marina. Greyson mengangguk, “besok kau naik ke panggung bersamaku, Marina.” “Untuk apa?” Tanya Marina. “Ya, lihat saja nanti.” Balas Greyson sambil tersenyum jahil. “Awas saja ya kalau kau bermain-main!!” Marina memalingkan wajahnya dari Greyson. Greyson langsung menarik dagu Marina, “percaya padaku! Aku tak akan pernah bermain-main denganmu!”
***
“Indonesia merupakan negara terakhir yang aku kunjungi saat Asian Tour ini,”  jelas Greyson yang langsung menunjukkan suara merdunya. Semua penggemarnya berteriak histeris. Apalagi saat Greyson menyanyikan lagu “Running Away”.

“Aku sangat suka lagu ini!” Ujar Karen kepada Marina. Marina mengangguk setuju. Dia masih memikirkan apa yang akan Greyson lakukan saat Marina ke atas panggung nanti. “Aku akan mengajak salah satu penggemarku ke atas sini.” Greyson berlari ke belakang panggung lalu menarik tangan Marina.

Saat Greyson kembali ke panggung membawa Marina, semua penggemarnya berteriak histeris. *fans mana sih yang gak envy kalau idolanya bawa cewek lain-_-* “Greyson, kau mau apa?” Tanya Marina. Greyson tidak menghiraukan kata-kata Marina. “Halo semua, gadis cantik yang aku bawa ini bernama Marina.” Kata Greyson lalu merangkul Marina. Suasana semakin panas di ruangan itu. “Aku sebenarnya membawa 6 gadis cantik dari Amerika. Hanya saja Marina yang menurutku paling beruntung. Kenapa? Karena dia yang membuat aku jatuh cinta..” Marina kaget! Dia tidak menyangka akan terjadi hal ini.

Setelah selesai berbicara, Greyson meninggalkan Marina. Marina sangat bingung. Tak lama kemudian, Greyson kembali lagi dengan membawa seikat bunga lalu memberinya kepada Marina. Karen, Lala, Lily, Cassandra, dan Chintya tersontak. Hanya saja Karen, Lala, dan Lily bertepuk tangan bahagia. Suasana semakin panas lagi ketika Greyson seketika itu juga mencium bibir tipis Marina di hadapan semua penggemarnya di Indonesia.
***
Saat tiba di hotel, Cassandra menghampiri Marina lalu memeluknya. Marina kaget dan hampir terjatuh. Marina membalas Cassandra dengan pelukan yang lebih hangat.

“Marin, maafkan aku! Aku terlalu sensitif!” Ujar Cassandra. “Tidak apa-apa, Sandra! Walaupun begitu, kau tetap sahabatku!” Balas Marina sambil memeluk erat sahabatnya. “Hei kalian, ayo masuk ke dalam!” Ajak Greyson lalu merangkul Marina dan Cassandra. Keduanya tersenyum bahagia.

Setibanya di lobby, Greyson melepas tangannya dari pundak Marina dan Cassandra dan langsung berjalan menuju podium kecil yang telah disediakan. Kemudian Greyson menceritakan kenapa foto itu bisa tersebar. Chintya terlihat sangat malu. “Tapi tak apa, aku senang kau melakukannya, Chintya! Kau telah menunjukan kepada semua orang bahwa aku telah jatuh cinta kepada Marina.”Greyson menatap Chintya sambil tersenyum.

Hah! Apa yang dia bicarakan? Tanya Marina dalam hati. Greyson menghampiri Marina lalu menariknya. “Greyson, kau akan membawaku kemana?” Tanya Marina bingung sambil kesakitan karena Greyson terlalu erat memegang pergelangan tangan Marina. “Ke taman.” Jawab Greyson datar sambil tersenyum. Cassandra, Lala, Lily, Karen, dan Chintya mengikutinya dari belakang sambil tertawa kecil.

“Okay, Marina. Sebenarnya, yang aku katakan tadi di panggung itu benar.” Kata Greyson setibanya di taman. Marina terbelalak, “Hm---jadi, kau---“ “Ya, Marina. Aku cinta kepadamu, sejak awal kita bertemu di gedung itu. Matamu indah dan tajam, rambutmu terurai panjang dan lembut. Aku suka itu! Jadi---Marina Addison, maukah kau menjadi kekasihku dan mengubah nama akhirmu menjadi---Chance?” Greyson tersenyum dengan manis.

“Itu senyum Greyson yang paling manis yang pernah aku lihat!” Bisik Lala pada Karen, Lily, Cassandra, dan Chintya. Mereka mengangguk setuju. “Ayo, terima Marina!” Teriak Cassandra dengan semangat. Marina mengangguk, “Ya, Greyson. Aku mau!” Semua bersorak gembira. Termasuk Indonesian Enchancers yang berniat datang di hotel itu. “HORE!!” Cassandra berlari ke arah Marina lalu memeluknya dengan erat. “Maafkan aku, Sandra.” Marina membalas pelukan Cassandra. “Tidak, Marin. Aku bangga, sahabatku kini adalah kekasih Greyson Chance. Hahahah.” Canda Cassandra.
Greyson menarik tangan Marina, lalu mencium bibir tipis Marina.

@greysonchance: @marinaaddison , you’re THE LUCKY FANS. I love you very much

27 Apr 2012

World Greyson Day

Greyson Chance-Waiting Outside the Lines


"World Greyson Day? Apa itu?"

Ini nih, bagi kalian yang belum tau apa itu World Greyson Day. Pada tanggal 28 April 2010, Greyson Chance mengupload video saat dia menyanyikan lagu milik Lady Gaga, Paparazzi. Dan video itu ada di urutan ke 3 video yang paling banyak dilihat.


Ellen DeGeneres yang melihat video itu pertama kali setelah kakanya, Tanner  Chance, menulis pada pemirsanya menyarankan agar menonton video tersebut. Penyanyi yang lahir tanggal 16 Agustus 1997 itu langsung di kontrak oleh Ellen dengan label "eleveneleven" setelah dia diundang dalam acara The Ellen DeGeneres.

Penamplian pertamanya pada Ellen diikuti dengan penampilan keduanya, pada 26 Mei 2010, yang dimana Greyson menampilkan lagu orisinalnya, "Broken Hearts", dan menerima hadiah $10.000 (Rp 88.000.000) serta piano baru Yamaha karena berhasil memenangkan kontes Ellen's Wonderful Web of Wonderment dan diumumkan sebagai artis pertama yang akan masuk label record terbarunya Eleveneleven. Chance sekarang telah memiliki banyak fans baik di Facebook maupun di Twitter. Dia merupakan musisi ke-28 yang memiliki pelanggan terbanyak di YouTube, dengan 286.000 pelanggan dasar, pada 3 Januari 2010.

Jadi, World Greyson Day itu adalah hari dimana Greyson mengupload videonya yang menyanyikan lagu Lady Gaga. Dan tahun ini telah menginjak 2 tahun.

Ayo, yang ngaku Enchancers dan Greysonator Indonesia, hari Sabtu, 28 April 2012 jam 21.00 jangan pada tidur dulu ya! Kita bakal ngerayain World Greyson Day! Caranya gampang, kita bikin 3 TTWW di twitter, #WorldGreysonDay #HappyGreysonDay dan #GreysonDay2012

Contoh:

@greysonchance #WorldGreysonDay


@greysonchance #HappyGreysonDay

@greysonchance #GreysonDay2012



Satu tweet cukup satu hastag saja, karena kita akan dinilai "ngespam" oleh twitter. Dan jangan pake hastag angka ( #1 #2 #3 )

RELA BEGADANG DEMI GREYSON KAN?! HOLD ON TIL' THE NIGHT!!!♥

18 Apr 2012

Greyson Love Story #5

-Luna-

"So?" Tanya Greyson.
"If you want, we can get to the front cafe. There's a tuna sandwich, turkey sandwich, and others." Jelas Sisika.
"What are you waiting for? Come on!" Ajak Greyson.
"But, Grey We must ask for permission first to security."
"Hah!" Desah Greyson.
"Oh, come on, guys! Just security!" Aku menarik dengan Grey dan Siska.

DEG!!

"OMG, what happen with me?" Tanyaku dalam hati.

Jantungku berdegup kencang. Tanganku sedikit berkeringat ketika menarik Grey. Biasanya kalau tanganku berkeringat, aku sedang gugup.

"I'm fallin in love with Greyson? It's impossible!" Gumamku dalam hati.
"Luna, where do you go?" Tanya Siska.
"To the cafe of course." Jawabku.
"You're wrong direction, Luna!" Balas Siska.
"Oh, yeah. I'm sorry, guys. Hehehe."
***
Ya, sekarang aku jatuh cinta kepada Greyson. Greyson Chance, penyanyi terkenal, yang awalnya kukira sombong, menyebalkan, ternyata baik dan----tampan. Tapi tidak mungkin rasanya Greyson merasakan hal yang sama sepertiku.

Apalagi sekarang, sejak aku, Siska, dan Grey lulus. Aku dan Grey jarang bertemu. Dia sibuk dengan kehidupan barunya sebagai penyanyi. Dia sibuk berkunjung ke berbagai negara untuk menghibur penggemarnya.

"Hello Luna! How are you?"

Aku kaget! Greyson menghubungiku melalui video call. Oh, kebetulan sekali!

"Hi Greyson! I'm fine! How about you?" Balasku.
"Me too, Luna. Hey! Where's Siska? Isn't she with you?"
***
Sangat tidak mungkin kalau Greyson jatuh cinta kepadaku. Dia jarang menghubungiku. Tapi, saat dia menghubungiku, Grey pasti selalu menanyakan kabar dan keberadaan Siska.

"What happen, Luna?" Tanya Jennifer yang melihatku melamun di depan laptop.
"You waited Greyson to call you?" Tanyanya lagi.
Aku mengangguk, "Yes, Jennifer. I miss when Siska, Grey, and me play together at the park city. I hope the incident happens again. But----it's so impossible. He's a big artist!"
"I think he was entertaining the fans. Or maybe----he was sleeping." Kemudian Jennifer membiarkanku sendirian di kamar.

"Oh, why I always thinking about you, Grey?" Tanyaku dalam hati.

Tanpa sadar, air mataku jatuh ke pipiku dengan perlahan-lahan.
***
You know it feels when you fall in love with someone, but he left you just like that? I would say, yes! Why? Look, I'm fallin in love with someone----which used to be my closest friends. First, me and him like a cat and mouse----fight and "war". But there was one incident that makes me and him friends. Since that time, me, him, and my old friend always together. Until we finally graduated from the school. He started his new life. With new atmosphere, new enviroment, and----new friends. Until recently, he rarely call me. Once did he call me, he just asking for my old best friends news. I miss when we play together!

Ku tekan tombol 'enter'. Selesai mempost lewat blog pribadiku, aku langsung membuka twitter. Tak lama, aku melihat timeline, mataku tertuju kepada tweet yang berisi----hey, apa maksudnya?!

@greysonchance That story. Is it for me? Did ypu fall in love with me?

Apa?! Postinganku tadi dibaca oleh Grey! OMG! Bagaimana dia tahu blogku?

@Lunaaa Do you feel? So, what you feeling? Happy because you've got a new FAN? 

Karena kesal, aku menutup semua halaman web. Sebelum aku mematikan laptopku, tiba-tiba saja ada yang menyapaku.

"Hi Luna! Is it for me?"

OMG, itu Grey!

"What?" Balasku.
"Your story, of course!" Jawabnya
"What do you think? Do you feel that the story was for you?" Balasku lagi.
"I don't know Luna."

Ketika aku ingin membalasnya-----dia offline.

"OMG!! HE'S CRAZY!! HE JUST--!! AH!!"

Aku segera mematikan laptopku dan langsung melempar tubuhku ke kasur. Aku menangis. Aku kesal!
***
Beberapa hari yang lalu, ketika aku sedang berada di taman, aku melihat---Grey. Dia bersama Siska! Oh, Grey melihat ke arahku. Tapi dia melanjutkan berbincang-bincang bersama Siska. Aku pun membalik arah dan mengayuh sepedaku cukup kencang.

"Okay, I must to forget him!" Gumamku dalam hati.

Sesampainya dirumah, aku disambut oleh Mom dan Jennifer.

"You're so fast home! Feeling you just get out of the house." Ujar Jennifer.
"Oh yeah, Mom was met Alexa. She left something for you."

Mom memberikan secarik amplop berwarna merah muda.

"From Greyson Michael Chance. Hhh!" Gumamku dalam hati.
"Okay, thanks Mom."

Aku pun berlari menuju kamarku. Jennifer dan Momsaling bertatap muka, heran melihat tingkahku yang di luar kebiasaan.

I'm so sorry, Luna. I have to go to Las Vegas. I must to stay there, because my schedule. But calm, I won't so sell my house. Sometimes I'll come back.

With  love,
Greyson Michael Chance

Aku tersenyum. Aku terus memperhatikan kata-kata terakhirnya  yang membuatku senang.

"Hey! it's not writing by him!" Ujarku ketika aku benar-benar memperhatikan surat itu.

Kekesalanku semakin bertambah. Tanpa basa-basi aku segera mengambil laptopku yang terletak di meja belajar. Ketika mengambil laptop, tanpa sengaja aku melihat Grey memasuki mobilnya.

Grey melihat ke arahku. Kaget! Aku pura-pura tidak melihatnya. Aku langsung menyalakan laptop, dan membuka blog pribadiku.

You know it's not considered by your friend? Eh, your EX FRIENDS? It is hurt, right? Yes, very hurt! And you know, when he gave a letter to me, he has not given directly to me. But through her sister, then my mom. After I look around, it's not him!

Tak lama kemudian, aku melihat ada seseorang yang mengomentar postinganku.

Your post is great. But please, don't be so sarcastic

Tidak ada nama pengirim. Aku membalasnya.

Thanks for your comment:-)

"Weird! I've set all that visit the blog to log in for comment." Pikirku.

Aku menutup blog. Karena aku sedikit bosan, aku membuka twitter.

@greysonchance you obviously posts for me, princess!

Apa?! Dia membacanya lagi?!

My Articels About Dreams

Kalian tahu mimpi? Mimpi itu sesuatu yahg belum tercapai. Dan juga kita tahu tentang impian. Impian itu sesuatu yang ingin dicapai.

Ya semua orang punya impian. Bahkan ada yang memliki puluhan, ratusan, tibuan mimpi dan itu tidak ada yang bisa membatasinya.

Dan yang harus kita lakukan itu adalah...meraih mimpi itu. Untuk meraih mimpi, harus ada usaha. Dan usaha itu pasti merupakan pengorbanan juga.

Mungkin di saat kamu lagi ingin meraih mimpi, kamu bisa mengingat kata-kata ini terus untuk menyemangati diri kamu sendiri... "Ayo kejar! Kejar terus! Jangan menyerah! Ayo saya bisa!"


Intinya, mimpi itu mampu membuat seseorang lebih bersemangat, lebih tegar dalam menghadapi rintangan yang ada. Bahasa elitnya sih, "Mimpi itu bisa membuat seseorang tahan banting atas setiap hal yang membatasi langkahnya."


Ada beberapa tips buat kamu yang mau meraih mimpi:

1. Semangat. Semangat sangat dibutuhkan untuk meraih mimpi yang kamu inginkan. Dengan semangat, kamu bisa mencapainya. Jangan mudah putus asa kalau sesekali merasa gagal.

2. Berdoa. Berdoa juga sebenarnya sebagai faktor utama. Ada yang bilang, "Usaha tanpa doa itu kemungkinan kecil, hanya sia-sia belaka."


Proses dalam mewujudkan mimpi bisa kita sebut dengan jembatan. Tidak ada yang baru lahir langsung bisa lari, berbicara, atau jalan, kan? Tidak ada yang baru memulai karir langsung bisa sukses kan? Itu semua butuh proses.

Ada beberapa tipe manusia dalam proses mewujudkan mimpi:

1. Quitters. Orang ini adalah tipe yang tergesa-gesa dan ingin cepat sampai mewujudkan impiannya. Namun gampang menyerah di tengah jalan dan jarang mempunyai mimpi yang tinggi karena takut tidak bisa menggapainya.
2. Campers. Orang yang senang berusaha untuk mewujudkan impian dengan taraf yang singkat. Menikmati kesuksesan yang sudah diraih dan tidak mau melnajutkan jalan untuk meraih mimpi yang dia inginkan sekali.
3. Climbers. Orang yang siap mengambil resiko apapun agar mimpi yang dia impikan bisa ia capai dengan rintangan apapun. Ini adalah orang yang mempunyai mimpi sejati.

Yang harus kamu tanamkan adalah:
PERCAYA DIRI
PROFESIONAL
JUJUR
TIDAK MUDAH MENYERAH
SABAR
BERJUANG


......Ingat kalian ini juga!

"Kamu harus mempunyai mimpi."
"Pikirkan apa yang kamu impikan,"
"Inginkan apa yang kamu pikirkan."

"Putuskan apa yang kamu inginkan."
"Rencanakan apa yang telah kamu putuskan."
"Lakukan apa yang harus kamu lakukan dengan rencanamu untuk mewujudkan mimpi."
"Yakinkan apa yang kamu telah lakukan."
"Perjuangkan apa yang telah kamu yakinkan."
"Sukseskan apa yang telah kamu perjuangkan."


Dan pada akhirnya kamu akan mendapat kalimat ini......

"NIKMATI APA YANG TELAH KAMU SUKSESKAN"

@oliviacsrya

15 Apr 2012

Happy Birthday Emma Watson

HAPPY BIRTHDAY EMMA WATSON





 Emma Watson with her brother, Alex Watson

 Emma Watson with Daniel Radcliffe and Rupert Grint

 Emma as Hermione with Daniel (Harry Potter) and Rupert (Ron Weasley)

 Emma Watson as Hermione Granger at Harry Potter's film




7 Apr 2012

Greyson Love Story #4


-Greyson-

 "Hello everybody! My name is Luna Fills. Just called me Luna. Nice to meet you, all."
"Sweet smile." Gumamku dalam hati sambil tersenyum.
"Hello Luna!" Semua membalas sambil tersenyum kepada Luna.


 Luna melangkah menuju bangkunya yang berada disebelahku. Aku memperhatikan gadis itu berjalan.


 "What's wrong?" Tanyanya.
"Eh----hm, nothing." Balasku.


 Mungkin bukan takdirku untuk menjadi detektif. Buktinya, untuk memperhatikan "seseorang" saja----aku ketahuan.


 "What if I wanted to have regard to the fugitive police?" Tanyaku pada diriku sendiri.
"What am I thinking?!" Aku menghela napas.
 “Grey, if you don’t want to learn with me, get out from here!” Aku tersontak.


 Bagaimana tidak? Professor Snape melempar sebatang kapur kepadaku.


 Aku lupa kalau sekarang pelajaran professor Snape dan tidak ada satupun yang boleh melamun, melihat ke arah jendela, mengobrol, ataupun tidak memperhatikan.


 “Oh----I’m sorry, professor. I just---I just sleepy.” Ujarku tegang.
“It’s okay. But, you must washed your face!” Professor Snape akhirnya memaafkanku, walaupun professor Snape menatapku dengan tajam.


 Aku melangkah sedikit cepat menuju kamar mandi. Ketika aku melirik ke arah Luna---dia terlihat tegang.


 “Oh, I’m so sorry Luna. It’s my fault.” Gumamku dalam hati sambil membuka pintu kelas.
***
Akhirnya istirahat pun tiba. Aku segera menghampiri Siska dan Luna.


 “Hello!” Sapaku sambil menepuk pundak keduanya.
“OMG! Grey! You’re so----“ Siska berteriak membuat hampir semua murid yang ada di koridor melihat kearahnya.
“Grey, I’m so shocked!” Bisik Luna sambil memukul-mukul lengan atasku.


 Aku, Siska, dan Luna kembali berjalan sambil pura-pura tidak menjadi pusat perhatian.


 Di kantin.....


 “Oh, please!” Pekik Siska.
“Why, Siska?” Tanya Luna.
“The food is spent!” Balas Siska.
“How many children who are hungry here?” Tanyaku seperti orang bodoh.


  Hah, aku tidak tahu harus bagaimana lagi. Perutku sudah keroncongan. Aku lapar. Sangat lapar.


 “So?” Tanyaku.
“If you want, we can get to the front cafe school. There’s a Tuna Sandwich, Turkey Sandwich, and others.”
“What are you waiting for? Come on!” Ajakku.
“But, Grey. We must ask for permission first to security.”
“Hah, its so hard!” Ujarku ketus.
“Oh, come on, guys! Just security! Let’s go!” Ajak Luna sambil menarik lengan aku dan Siska.
***
Sesampainya di kelas, aku tidak melihat siapapun di kelas. Ya---kecuali si anak kutu buku itu, Rico.


 “Huh, very satisfied!” Ujarku.
“well it turns out that a lot of students are also here who buys food there.” Kata Luna.
“There are also teacher, Luna.” Kata Siska sambil menyubit pipi Luna.
“Who? I wasn’t see their.”
“Professor Snape!” Balasku dengan sedikit ketus.
“Oh, Grey! It’s so----hhaahahaha!” Siska dan Luna tertawa.
“What? What’s wrong, Siska, Luna?” Tanyaku.


 Tapi Siska dan Luna tidak menghiraukan pertanyaanku. Mereka hanya tertawa melihat wajahku yang jelas-jelas tidak menyukai professor Snape. Mereka malah mengingatkan kejadian ketika professor melempari kapur ke kepalaku.
***
"Welcome to my house, Luna, Siska. Well, wait a minute!"

Aku segera berlari ke dapur untuk mencari Mom atau Alexa. Aku mencari mereka untuk memperkenalkan mereka----khususnya Luna.

"And-----BINGO!!"
"OMG! Grey! You make me shocked!" Jerit Alexa.
"Hehe, I'm sorry. I want you to meet my friends. Come on!" Kataku sambil menarik tangan Alexa.

Ketika aku menuruni tangga, Tanner sedang berbincang-bincang dengan Luna dan Siska.

"Tanner, what are you doing here?" Tanyaku.
"They're you friends? I just want to know their names, Grey." Jawab Tanner dengan santai.
"Are they really your friends? Or your girlfriend? They are beautiful as well, especially Luna." Bisik Tanner sambil berjalan menuju kamarnya.
 "Grey, are you okay?  Your face looks more red." Ujar Luna.

"What? I'm jealous? Not possible!" Resahku dalam hati.

"I'm okay, Luna." Balasku sambil tersenyum.

6 Apr 2012

Greyson Love Story #3

-Luna-

Pagi ini, tepat tanggal 13 Juni. Aku bersiap-siap untuk pergi sekolah.

"Jennifer, come on! I'll be late!" Ujarku kepada Jennifer yang masih makan.
"Wait a minute, I'm going to take my bag."
"Are you crazy?! Why only now? Hurry, Jennifer!!"
"Okay, Luna! Get in the car now!" Perintah Jennifer.
***
"Bye, Jennifer! Have a nice day!" Kataku sambil berlari menuju sekolah.
"You too, Luna!" Jawab Jennifer.

Aku berlari menuju kelas. Saat memasuki koridor----GUBRAK! Aku menabrak seorang.

"Oh----I'm so sorry!"
"No, I'm sor----OMG! You again! I'm tired to seeing you!" Gumamku.
"Wait---you're the girl I hit at that time! I'm sorry for the incident that time." Katanya.
"Yes, I am. Okay, I forgive you." Ujarku sambil tersenyum.
"I am Greyson. Greyson Chance." Kata laki-laki itu yang ternyata bernama Greyson.
"Oh, hello. I am Luna. Are you a famous singer?" Tanyaku penasaran.
"You look at me like a singer or not?" Tanyanya sambil tertawa kecil.
"I just heard said of persons." Jawabku.
"Hahaha, you'll know someday, Luna. Oh, We'll be late! Come on go to class!" Ajak Greyson lalu menarik tanganku.
***
Setibanya di kelas, aku dan Greyson segera duduk. Suatu keberuntungan aku dan Greyson tidak dipanggil ke depan kelas dan mengangkat satu kakinya.

"Luna, you and Greyson are friends now? Since when? Isn't yesterday you were shouting to him?" Tanya Siska.

Belum sempat aku menjawab, tiba-tiba saja sudah ada yang mengetuk pintu kelas.

"Good morning, everybody!" Ucap guru itu.
"Good morning, Professor!" Balas semua murid di kelas.

Karena aku tidak tahu harus menjawab apa, aku memilih untuk diam.

"Here there are people who named Luna? Luna Fills?" Tanya guru itu.
"Yes, I am." Kataku sambil mengacung.
"Come here, identify yourself. Oh, my name is Professor Snape."

Aku berjalan perlahan menuju depan kelas. berpasang-pasang mata tertuju padaku, terutama----Greyson.

"Hello everybody! My name is Luna Fills. Just called me Luna. Nice to meet you, all."
"Hello, Luna!" Semua membalas sambil tersenyum.
"Okay, thanks Luna. Open your books to page 35." Professor Snape melanjutkan.
***
Istirahat pun tiba. Aku lapar. Tapi aku tidak tahu harus mengajak siapa. Siska sedang ada urusan dengan guru, entah itu apa. Aku murid baru disini, belum akrab dengan suasana amupun orang-orang disini.

"Hi, Luna. Are you hungry? Shall we go to the canteen?" Ajak Greyson.
"Oh, hi Greyson. Yes, I'm hungry. Hm, okay." Kataku mengiyakan ajakan Greyson.
"Hey, just called me 'Grey'." Kata Greyson.

Saat berjalan menuju kantin bersama Greyson, tiba-tiba ada tiga gadis yang menarik Greyson dan menghalangiku untuk berjalan.

"Hello, girls? What's your name? Are you new student in here?" Tanya salah satu diantara mereka.
"I'm Luna." Jawabku singkat.
"Already dared the road with artist? Hey, who are you?!"
"Should have asked that Luna! 'WHO ARE YOU'?! Come on!" Greyson membentak tiga gadis itu lalu menarik tanganku.
"Hm, Luna. I'm sorry about that. Don't have to think about that." Lanjut Greyson.
"Never mind, Grey." Kataku sambil tersenyum.
"Oh yeah, do you want to go to school with me tomorrow?" Tawar Greyson.
"Okay. I would invite Siska. It's okay, right?"
"Hm, it's okay." Jawab Greyson sambil tersenyum.

5 Apr 2012

Greyson Love Story #2

-Greyson-

"Okay, I'm so sorry, princess!" Kataku kepada gadis yang kutabrak tadi.

Aku langsung masuk ke dalam mobil dan melanjutkan perjalananku. Hari ini aku harus pergi ke sekolah untuk menemui guru seniku sekaligus orang yang melatih piano dan menyanyiku. Tiba-tiba saja handphone-ku berdering.

"Oh, Miss Grinda." Gumamku dalam hati.
"Hello miss Grinda? I'm so sorry, I'll be come late. There are a few problems in the way." Kataku.
"It's okay, Greyson. See you, Greyson. Bye!"

Tak tahu mengapa, aku terus memikirkan gadis tadi.

"She's familiar with Siska. Oh, shit! Why I think about her?!" Gumamku kesal.

Setibanya di Cheyenne Middle School, sekolahku, aku langsung berlari menuju ruang kesenian.

"Hi Greyson!" Sapa Ms. Grenda.
"Hello, I'm sorry I came late." Balasku sambil tersenyum.
"It's okay, Grey. So, tomorrow is-----"

Aku masih terpikir oleh gadis tadi. Aku penasaran. Siapa nama gadis tadi. Menyebalkan sih, tapi----unik.

"Hello, Greyson? Do you hear me?" Tanya Ms. Grenda.
"Oh, hm----"
"You're looking so tired. I'll call you tonight. I'll call Tanner. He was playing basketball here." Ujar Ms. Grenda sambil keluar ruang kesenian.

Ya, memang aku sedikit capek hari ini. Aku berjalan menuju kasur dekat meja Ms.Grenda. Tanpa sadar aku tertidur pulas.

"Hey, where's Greyson?" Tanya Ms.Grenda kepada Tanner.
"I think, he was above your bed, miss." Balas Tanner sambil menghamipirku yang sedang tertidur.
"He was asleep. But you just bring him home. He's looking so tired." Kata Ms.Grenda.
***
"Grey, wake up! Are you still feeling sick?" Mom membangunkanku sambil mengelus rambutku.
"No, Mom. I'll go to school." Ujarku.
Aku langsung bergegas menuju kamar mandi. Mom terlihat khawatir denganku. Padahal kemarin aku hanya mengantuk, tidak sakit.

"You take him to school, don't let him drive their own car for today." Bisik Mom kepada Tanner. Tanner menjawabnya dengan kedipan mata.

Sesudah mandi dan mempersiapkan semua keperluan untuk pergi sekolah, aku menuju ruang makan. Disana sudah ada Dad, Alexa, dan Tanner.

"Well, you have been a neat this morning, Tanner." Ujarku ketika duduk di ruang makan.
"You're gonna go to school with me, Grey!" Ucap Tanner.
"Don't argue, Grey! You have to keep your body conditions!" Kata Mom yang tiba-tiba datang membawa sarapan.

Aku hanya mengangguk dan melahap makanan yang sudah ada didepan mataku.

"Okay, I go to school. Come on, Tanner, Alexa! Bye Mom, Dad!" Ujarku dan berlari menuju mobil.
***
"Okay,thanks Tanner! Bye Alexa!"

Aku berlari menuju kelas. Saat memasuki koridor----GUBRAK! Aku menabrak seorang.

"Oh----I'm so sorry!" Kataku sambil membereskan buku-buku yang jatuh.
"No, I'm sor----OMG! You again! I'm tired to seeing you!"
"Wait---you're the girl I hit at that time! I'm sorry for the incident that time." Kataku.
"Yes, I am. Okay, I forgive you." Ujar gadis itu sambil tersenyum.
"I am Greyson. Greyson Chance."
"Oh, hello. I am Luna. Are you a famous singer?" Tanya gadis itu yang ternyata bernama Luna.
"You look at me like a singer or not?" Tanyaku sambil tertawa kecil.
"I just heard said of persons." Jawabnya.
"Hahaha, you'll know someday, Luna." Kataku.

Greyson Love Story

Hoam----aku terbangun tepat jam 6. Aku bergegas melihat kalender bergambar Barbie,kesukaanku.

"Hah! Sekarang tanggal 12 Juni. Besok hari pertama aku sekolah----tapi aku belum punya siapapun untuk aku ajak bermain." Gumamku dalam hati.

Perutku sudah berdemo meminta makanan saat aku hendak kembali ke tempat tidurku yang sangat nyaman. Aku turun menuju meja makan. Disana terlihat sudah ada Mom, Dad, Jennifer----my sister,dan Nico----my little brother.

"Good morning, Luna! You just woke up!" Sapa Jennifer.
"Good morning too! Yeah, you know me, Jennifer!" Balasku.
"Good morning, darling!" Sapa Mom sambil mencium keningku.
"Good morning too, Mom. What we have breakfast now?" Tanyaku.
"Honey pancake, Luna! Now, Jennifer----you are leading the prayer. Come on, Nico, Dad! Come here!"

Jennifer memimpin doa sebelum kami makan.

"Amin. Let's eat!" Ujar Nico semangat.
***
Namaku Luna. Hari ini adalah hari kedua aku dan keluargaku tinggal di Edmond, Oklahoma. Sekolah baruku bernama Cheyenne Middle School. Dad memutuskan pindah ke Edmond karena Edmond dekat dengan kantor Dad dan dekat dengan rumah keluargaku yang lainnya.
***
Sore ini adalah sore yang membosankan. Aku memutuskan untuk berkeliling menaiki sepeda. Ya, mungkin saja aku bertemu dengan teman baru.

Saat aku sedang berkeliling taman, aku melihat seorang gadis berambut pirang. Sepertinya aku kenal dengan gadis itu. Tak lama kemudian, gadis itu membalikkan badannya.

"LUNA!! OH MY GOSH! I MISS YOU SO MUCH!!" Gadis itu berlari ke arahku dan memelukku sangat erat.
"Hm, who are you? I think----I know you. Wait-----SISKA!! Right?"
"Yes, I'm Siska! OMG, you're looking so pretty this evening. How are you?"
"Thank you, Siska. You're so beautiful too. I'm fine. How about you?"
"Me too, Luna! Did you just move here?" Tanya Siska.
"Yes, Siska. Hehehe." Jawabku.
"Come with me, we play together." Ajak Siska.
"Oh, Luna! Where you school?" Tanya Siska saat bermain ayunan.
"Cheyenne Middle School. How about you, Siska?"
"Me too, Luna!! Did you know? In our school that there is a famous singer!!" Ujar Siska dengan bersemangat.

Karena aku terlalu memperhatikan Siska dan aku tidak memperhatikan keadaan jalan, tiba-tiba------GUBRAK! Aku terjatuh, aku tertabrak mobil.

"Are you okay?" Tanya Siska setelah menjatuhkan sepedanya.
"I'm okay, Siska. Hey you! Get out of your car!" Ujarku berteriak sambil menendang mobil itu.
"Hey! Are you crazy?! It's my car!" Bentak seorang laki-laki sambil menutup pintunya dengan kencang.
"So?! It's my problem?!" Aku melawan. Mana mungkin aku diam saja? Sedangkan aku disalahkan oleh dia!
"Yes, of course!"
"You are crazy! You hit me, but you deny me!"
"Okay! I'm sorry, princess!" Ujarnya.
"I am sure you don't really ask for forgiveness!" Balasku dengan ketus.
"You doubt with me, princess?" Tanyanya.
"Yes, of course!" Kataku sambil meninggalkan laki-laki itu.

Setelah cukup jauh dari laki-laki itu, Siska pun mengajakku untuk berhenti sejenak.

"Luna, did you know? He's the famous singer!" Ujar Siska setelah memesan es krim.
"Deserve it! His arrogant at all! He makes me upset!"
"Be patient, Luna! Maybe he was hurriedly." Siska menenangkan gue.
"But-----"
"Faster we're home! The sky was getting dark! Come on, Luna!" Siska menarik tanganku. Aku cepat-cepat menghabiskan es krim yang tersisa.